
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengimbau kepada siapapun yang memiliki kelebihan untuk membantu sesama warga Indonesia yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. "Bantulah saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan," kata Presiden SBY saat menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama ke-7 di JIExpo, Jakarta, Jumat (14/2) malam.
Meletusnya Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2) malam, menambah bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Presiden SBY sendiri sejak subuh tadi terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.
"Sejak subuh, saya, para menteri, gubernur, bupati, dan walikota yang daerahnya terkena dampak letusan Gunung Kelud telah berkerja hingga sekarang, dan akan terus melakukan langkah tanggap darurat," ujar Presiden SBY.
Pemerintah pusat dan daerah, lanjut SBY, mengemban tugas untuk menyelamatkan jiwa dan membantu rakyat yang terkena musibah bencana. Meski pemerintah melaksanakan tugas dalam tanggap darurat dan membantu rakyat di pengungsian, namun uluran tangan dari siapaun adalah sesuatu yang mulia.
Perayaan Cap Go Meh sendiri dimulai pukul 19.30 WIB. Presiden hadir bersama Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, juga Wapres Boediono dan Ibu Herawatie Boediono.
Perayaan Cap Go Meh mengambil tema 'Indonesia Satu, Indonesia Jaya'. Menurut Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa Murdaya Poo, tema tersebut dipilih untuk terus mendorong kemajuan dan kebersamaan Indonesia sebagai sebuah bangsa.
"Saat ini Imlek dan Cap Go Meh telah menjadi milik bersama semua orang Indonesia. Keberhasilan apapun yang diraih oleh warga Tionghoa Indonesia, merupakan keberhasilan rakyat Indonesia," ujar Moerdaya Poo.
Presiden SBY sendiri sangat mengapresiai tema tersebut karena menggambarkan kebersatuan, yang berarti kekuatan. "Ya Indonesia satu, satu untuk semua, semua untuk satu dan semua untuk semua," kata SBY.
Hadir pula dalam acara ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menkumham Amir Syamsuddin, Menag Suryadharma Ali, Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menperin MS Hidayat.
0 komentar:
Posting Komentar