
Menurut Kumi Naidoo, ada dua hal dibahas dalam pertemuan tadi. "Yang pertama, Greenpeace akan mendukung Presiden SBY di level global dalam mengedepankan isu pengurangan emisi karbon dan pengembangan energi bersih dan terbarukan tapi juga dengan cara yang baik untuk ekonomi," kata Naidoo.
Kedua, dibahas kebutuhan Greenpeace untuk bekerja sama dengan komunitas bisnis. "Presiden juga bersemangat ketika tahu bahwa kami sedang bekerja sama dengan grup Sinarmas untuk memastikan agar ada cara yang lebih berkesinambungan dalam memajukan produksi minyak kepala sawit," Naidoo menjelaskan.
Naidoo mengaku sangat terkesan mendengar komitmen Presiden SBY dalam melestarikan lingkungan dengan cara yang juga memajukan ekonomi sehingga mengurangi kemiskinan. "Indonesia bukan hanya pemimpin di rumah, melainkan juga dalam kepemimpinan global yang sangat dibutuhkan," Naidoo menambahkan.
"Kami juga mengundang Presiden SBY untuk mengunjungi kapal kami 'Rainbow Warior' yang nanti akan ada di Rio (de Janeiro, Brasil; red), dan meminta izin agar Rainbow Warior dapat mengunjungi Jakarta tahun depan," ujar Naidoo. Presiden, lanjut pria asal Afrika tersebut, menyambut hangat rencana Greenpeace tersebut.
Presiden akan ke Brasil pada pekan ketiga Juni ini untuk mengikuti Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan atau dikenal juga dengan KTT Bumi. (arc)


0 komentar:
Posting Komentar