photo SKMENPEN.gif

Kamis, 07 Juni 2012

Indonesia Perlu seorang Ibu.

Mungkin perkataan Masyarakat diberbagai daerah yang mengatakan Indonesia Presiden wanita baru satu kali ada benarnya,suara masyarakat Indonesia ini tidak bisa







disangkal,oleh sebab memang selama Indonesia Merdeka Indonesia selalu dipegang oleh Pria,dari Jaman Pak,Ir H. Sukarno.H.Muhamad Suharto,BJ.Habibi,KH.H.Abduraman Wahid,dan Ibu Megawati,setelah itu kembali oleh Pria,sekarang Bapak DR H. Susilo Bambang Yodhoyono,suara ini keluar dari berbagai mulut diberbagai propensi yang tersebar di Indonesia.Dan saatsekarang mereka mengharapakan apakah nanti akan ada Gender yang ditampilkan kembali,seperti di Korea,di Ingris,di belanda,di Pilipina,dan India.? "Suara masyarakat ini terbilang tidak mengada-ada,mungkin mereka saat ini merindukan seorang pemimpin dari golongan gender,ataukah memang sudah waktunya kalangan gender ditampilkan diberbagai sektor oleh sebab mereka memiliki ketelitian dan kedisiplinan yang baik." Mendengar semua in Penulis tersentuh dan apa yang dikatakan masyarakat diberbagai daerah ini seharusnya di respon oleh kalangan "Pria?" yang jadi pertanyaan apakah kita sebagai pria punya iklasan untuk mendorong Istri-Istri kita untuk bisa menjadi wanita karier,ataukah rasa menguasai terhadap wanita masi tertanam didiri pria? semua tak perlu dijawab mungkin kita sebagai pria punya arguman yang ber-beda-beda."Seadainya di Indonesia yang begitu banyak partainya punya kemauan-menampilkan gender mungkin segala gender diberbagai daerah akan tampil. Melihat semua ini penulis berpendapat dan beranggapan bahwa kita sebagai pria ternyata terlalu egois,dan tidak pernah mau menghargai kemampuan wanita,artinya,"kita sebagai pria tidak pernah memperhatikan keseharian Istri,baik dia mengelolah,ekonomi rumah tangga dan mendidik anak,juga melayani kita,ditambah pulah saat dia sedang hamil membawa kandungannya kesana kemari,sekaligus ketika dia melahirkan penuh kesengsaraan dan pesakitan,semua itu dirasakan oleh kaum wanita,yang lebih menyentuh ketika dia habis mehirkan didalam kondisi yang masih lemah harus memberikan susu pada bayinya,adakah yang tersentuh dengan keadaan ini? "Bilah kita manusia tentu akan tersentuh dengan semua ini" dan bilah kita bermata akan melihat keadaan semua ini,dan bilah kita bertelinga akan mendengar jeritan bayi yang lapar oleh sebab minta disusui," Pertanyaannya bisakah kita sebagai pria melahirkan anak.Jawabnya tidak.dan bisakah kita sebagai Pria menyusui anak?jawabnya tidak."Jika tidak apa yang membuat kita sebagai pria hebat.? Melihat semua ini penulis mengajak dan mencolek kepada semua pria dimana dia berada dan apaun sukunya untuk merenungkan segala kesdihan kaum wanita,maaf penulis terlalu berlibihan.Terlepas semua itu yang jelas Indonesia saat ini sudah memiliki wanita yang ada diberbagai daerah namun belum diberi ppeluang untuk duduk menjadi Pemimpin andaikan ada hanya 20 persen saja,dan delapan puluh persenya pria. Yang lebih Ironis partai di Indonesia banyak tetapi yang baru menampilkan calon dari wanita adalah dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat,lantas kalau partailainnya mana? apaka diluar kedua partai ini masi malu-malu,untuk menampilkan gender?ataukah memang tidak punya kemauan buat memberikan peluang terhadap gender,"atau seperti apa? Ini tidak perlu dujawab yang tahu hanya anda sendiri. "Penulis lebih sependapat dengan harapan masyarakat yang tersebar di berbagai Propensi mengiginkan agar gender ditampilkan agar suasana menjadi terlihat seksi Indah dan berbinar-binar," . "Munhkin kita semua pernah kecil sebelum beranjak remaja dan menjadi seorang dewasa,dan disaat kita kecil tangan seorang Ibu membelai kita,dan mendidik kita,sekaligus memandikan kita dan menyuapi makan terhadap kita sekaligus mengendong kita disaat menangis?" ertanyaannya perkah semua itu kita rasakan? jawabnya. Ya. Jika Ya, mengapa tidak bilah seorang Ibu diberikan peluang buat menjadi pemimpin di negri ini.Semoga.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)