photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 19 Mei 2012

Jumat, 18 Mei 2012, 18:25:39 WIB Menko Perekonomian MP3EI Memberi Kontribusi Pertumbuhan Signifikan

Mataram, NTB: Setelah berjalan hampir setahun, program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor V menampakkan hasil yang signifikan. Dengan pengembangan lebih lanjut, kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali, yang masuk Koridor V, akan tumbuh menjadi kawasan pariwisata dan lumbung pangan nasional.



Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan hal ini dalam keterangan pers, seusai rapat koordinasi mengevaluasi pelaksanaan MP3EI Koridor V, di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Jumat (18/5) petang waktu setempat. "Program MP3EI memberi kontribusi pertumbuhan signifikan yang sangat tajam," kata Menko Perekonomian.

Hatta Rajasa kemudian mengutip sejumlah indikator yang disampaikan oleh ketiga gubernur. Di NTB, misalnya, investasi meningkat 30 persen. Kemudian penanaman modal asing (PMA) naik 140 persen, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 130 persen. Peningkatan investasi tersebut terlihat di sektor perhotelan dan perkebunan. Hal ini sesuai dengan fokus pengembangan Koridor V.

Dengan dibukanya Bandara Internasional Lombok, jumlah wisatawan meningkat. Tercatat ada 557 ribu wisatawan asing berkunjung, dari semula 402 ribu orang. Total, hampir satu juta wisatawan yang masuk ke NTB.

"Bapak Presiden meminta konektivitas antarprovinsi di Koridor V ini terus ditingkatkan, juga dengan daerah dan pulau-pulau lain," ujar Hatta. Selain itu, lanjut Hatta, perlu dikembangkan wisata kuliner untuk lebih meningkatkan sektor pertanian.

Yang paling menonjol di NTB setelah setahun pelaksanaan MP3EI adalah sektor peternakan, terutama sapi. "Nilai tukar peternak NTB ini nomor dua secara nasional," Hatta menjelaskan.

Menurut Hatta, melalui MP3EI, NTB bisa menjadi lumbung ternak nasional. Sektor perikanan juga meningkat, naik 207 persen.

Adapun pelaksanaan MP3EI di NTT, ujar Hatta, difokuskan untuk meningkatkan infrastruktur, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Sementara Bali, pengembangan diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan di kawasan timur dan utara. "Akan dibuka bandara di Bali bagian timur," Hatta menambahkan.

Selain meminta konektivitas antardaerah dan antarpulau ditingkatkan, lanjut Hatta, Presiden juga meminta biaya logistik semakin efisien. Khusus untuk sektor pariwisata, targetnya adalah meningkat 200-300 persen dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.Target ini akan dipantau (MP3EI)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)