Mataram, NTB: Pembangunan ekonomi, investasi, maupun pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) harus bisa mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, Presiden meminta kepada daerah, selain memastikan program MP3EI berjalan dengan baik, melakukan sinergi dan koordinasi dalam pelaksanaan empat kluster program pengurangan kemiskinan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam pengantar rapat koordinasi membahas evaluasi pelaksanaan program MP3EI, khususnya di Koridor V, di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Mataram, Jumat (18/5) siang. Rapat yang dimulai pukul 14.30 WITA ini dihadiri sekitar 18 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur NTB Zainul Majdi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay.
"Pembangunan ekonomi, investasi, dan MP3EI ini harus berjalan dengan baik, termasuk bisa mengurangi kemiskinan. Tapi itu belum cukup. Harus ada program lain yang khusus ditujukan untuk mengurangi kemiskinan. Program-program tersebut telah kita kenal dengan empat kluster untuk mengurangi kemiskinan," kata Presiden dalam pengantar rakor.
Rakor ini membahas tiga agenda utama. Pertama, mengenai kemajuan pelaksanaan MP3EI Koridor V, meliputi NTB, NTT, dan Bali. Presiden meminta ketiga gubernur memaparkan proyek-proyek yang memerlukan sinergi dan koordinasi diantara ketiga provinsi, juga dengan pusat.
Kedua, program-program daerah untuk mengurangi kemiskinan. Presiden SBY memberi perhatian khusus kepada NTT yang masih memiliki tingkat pengangguran tinggi secara nasional. "Saya ingin mendengar apa yang dilakukan pemerintah Provinsi NTT, kabupaten, dan kota dalam mengurangi angka kemiskinan ini," ujar Presiden.
Hadir dalam rakor ini, antara lain, ketiga Menteri Koordinator, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Mentan Suswono, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Mensesneg Sudi Silalahi. (har)



0 komentar:
Posting Komentar