photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 19 Mei 2012

Jumat, 18 Mei 2012, 13:51:43 WIB Rakor Evaluasi MP3EI Koridor V Sinergikan Tujuan MP3EI dengan Pengurangan Kemiskinan

Mataram, NTB: Pembangunan ekonomi, investasi, maupun pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) harus bisa mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, Presiden meminta kepada daerah, selain memastikan program MP3EI berjalan dengan baik, melakukan sinergi dan koordinasi dalam pelaksanaan empat kluster program pengurangan kemiskinan.




Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam pengantar rapat koordinasi membahas evaluasi pelaksanaan program MP3EI, khususnya di Koridor V, di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Mataram, Jumat (18/5) siang. Rapat yang dimulai pukul 14.30 WITA ini dihadiri sekitar 18 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur NTB Zainul Majdi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay.

"Pembangunan ekonomi, investasi, dan MP3EI ini harus berjalan dengan baik, termasuk bisa mengurangi kemiskinan. Tapi itu belum cukup. Harus ada program lain yang khusus ditujukan untuk mengurangi kemiskinan. Program-program tersebut telah kita kenal dengan empat kluster untuk mengurangi kemiskinan," kata Presiden dalam pengantar rakor.

Rakor ini membahas tiga agenda utama. Pertama, mengenai kemajuan pelaksanaan MP3EI Koridor V, meliputi NTB, NTT, dan Bali. Presiden meminta ketiga gubernur memaparkan proyek-proyek yang memerlukan sinergi dan koordinasi diantara ketiga provinsi, juga dengan pusat.

Kedua, program-program daerah untuk mengurangi kemiskinan. Presiden SBY memberi perhatian khusus kepada NTT yang masih memiliki tingkat pengangguran tinggi secara nasional. "Saya ingin mendengar apa yang dilakukan pemerintah Provinsi NTT, kabupaten, dan kota dalam mengurangi angka kemiskinan ini," ujar Presiden.

Hadir dalam rakor ini, antara lain, ketiga Menteri Koordinator, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Mentan Suswono, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Mensesneg Sudi Silalahi. (har)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)