Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukaan Inacraft 2012 di JCC, Rabu (25/4) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
"Not only to talk but to act. Mari kita perjuangkan bersama," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat membuka Inacraft 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu (25/4) siang.
Adapun kesepuluh hal tersebut adalah, pertama, bisnis kerajinan dalam realitasnya terus meningkat dan tentu merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi perekonomian Indonesia. Melalui industri kreatif, kontribusi untuk ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia makin meningkat, yang juga ikut menciptakan lapangan kerja serta pendapatan bagi pelaku yang terlibat di dalamnya. "Kalau pemerintah menjadikan industri kreatif sebagai prioritas, tentu ini menjadi alasan yang tepat," kata SBY.
Kedua, menjaga dan meningkatkan kualitas. Ketiga, urusan permodalan atau modal usaha harus mudah diakses, sehingga industri UKM bisa berkembang. Keempat, manajeman usaha yang harus dikelola dengan baik.
Kelima, promosi dan pemasaran harus dilaksanakan secara efektif. Misalnya, dengan pameran seperti yang digelar sekarang ini, dan juga penyebaran informasi melalui media.
Lembaga Kepresidenan, lanjut SBY, melalui Istana Kepresidenan juga ikut mempromosikan dan memasarkan produk kerajinan Indonesia. "Pajangan-pajangan yang kami pajang itu hampir semuanya berasal dari handicraft Indonesia. Setiap peringatan 17 Agustus juga ada souvenir yang kami beli dari kerajinan Indonesia," Presiden menjelaskan. "Kalau ke luar negeri, kami juga memberikan souvenir kerajinan karya bapak ibu semua," SBY menambahkan.
Keenam, penjualan harus sukses, dimana barang betul-betul terjual. Ketujuh, pemberian branding --termasuk Hak Paten dan hak kekayaan intelektual-- juga tidak boleh diabaikan. "Banyak yang suka produk Indonesia, maka jangan lupa mencantumkan di produknya bahwa itu produk Indonesia," ujar Presiden.
Kedelapan, produk kerajianan harus ramah lingkungan. Apabila kerajinan tersebut terbuat dari kayu, maka pastikan kayu yang diperoleh itu tidak merusak lingkungan. "Mari kita bertekad menjaga lingkungan kita baik itu diawasi atau tidak. Tidak perlu khawatir industri kerajinan ini akan merusak lingkungan manakala kita menjaga dengan baik," Presiden mengingatkan.
Sembilan, adanya bimbingan dan pembinaan dari Pemda setempat, Dewan Kerjainan Nasional (Dekranas) utamanya Dekranasda, BUMN, dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) sendiri. Yang kesepuluh, diperlukan kebijakan dan regulasi yang tepat. Dengan demikian industri kreatif ini dapat berkembang dengan baik.
"Saya pesan kepada menteri terkait, buatlah kebijakan dan regulasi yang klop dan cocok. Dengan demikian, industri kreatif akan semakin tumbuh," kata SBY. "Permudahlah setiap urusan," tegasnya. (yun)


0 komentar:
Posting Komentar