pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM), Ari Dwipayana, berpendapat, keinginan Megawati ini, merupakan salah satu bentuk warisan dan menunjukkan struktur partai yang patrimonial. “Yang penting asal bapak atau ibu senang,” ujar Ari.
Keinginan Megawati mengusung Puan sebagai Capres ini, disampaikannya saat memberikan pidato politiknya di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu, 21 April 2012.
Menurut Ari, wajar bila Megawati ingin Puan menjadi calon presiden dari PDIP. Tapi sebaiknya, PDIP juga harus menguji Puan terlebih dahulu dalam sebuah kompetisi baik dari internal partai, maupun eksternal partai. “Kompetisi digunakan sebagai ujian, untuk menjadi presiden,” tuturnya.
Kata Ari, kompetisi merupakan hal yang harus dilewati Puan sebelum menjadi presiden, selain sudah memiliki modal warisan. “Kalau tidak teruji dalam kompetisi, tentunya tidak akan mempunyai dukungan. Walaupun memiliki kemampuan, namun legitimasi lemah,” ungkapnya.
Bila modal warisan dan kompetisi dapat berjalan dengan baik, maka keinginan Megawati menjadikan Puan calon presiden dari PDIP akan bisa terlaksana. ( agus anton)


0 komentar:
Posting Komentar