Jakarta: Sekjen PBB Ban Ki-moon akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 19-21 Maret 2012. Kunjungan ini dilakukan atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan untuk menghadiri The Second Jakarta International Defence Dialogue (JIDD II). Dalam kunjungan ini, Sekjen PBB akan didampingi oleh istri, Ban Soon-taek, serta sejumlah pejabat tinggi Sekretariat PBB.
Pada tanggal 20 Maret 2011, Presiden SBY akan menerima Ban Ki-moon di Istana Bogor untuk melakukan pertemuan bilateral. Presiden SBY dan Ban Ki-moon juga direncanakan akan mengunjungi International Peace and Security Centre (IPSC) di Sentul, Bogor. Selama di IPSC, Sekjen PBB akan menyampaikan pidato dengan tema “UN Peacekeeping: Challenges and Opportunities for Indonesia, the Region and Beyond.”
Sekjen PBB juga telah dijadwalkan untuk menyaksikan demo dari delapan Satuan Tugas di IPSC, yaitu Satuan Tugas Kesehatan (Medical Evacuation), Satuan Tugas Kompi Zeni, Satuan Tugas POM (Pengaturan Lalu Lintas), peninjauan Sarpras, Military Observers, Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Patroli), Satuan Tugas Force Protection Company (Fix Guard), dan Cimic Smart Car (Mobil Pintar).
Selanjutnya, pada tanggal 21 Maret 2011, Ban Ki-moon dijadwalkan akan menghadiri The Second Jakarta International Defence Dialogue (JIDD II). Dalam forum yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden SBY, Sekjen PBB akan memberikan pidato dengan tema “The UN and Global Security: Collaboration and Partnership.”.
Dalam siaran persnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah menjelaskan bahwa kunjungan Sekjen PBB ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kerja sama Indonesia dan PBB di berbagai bidang, termasuk dalam memastikan keberhasilan Indonesia memenuhi target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs).
“Kehadiran Sekjen PBB di IPSC diharapkan dapat memberikan informasi langsung terkait perkembangan terkini dari UN Peacekeeping Operations sekaligus memberikan kesempatan pada Sekjen PBB untuk melihat secara langsung kesiapan pemerintah Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas peacekepers Indonesia. Hal ini penting untuk mewujudkan visi 4,000 Indonesian Peacekeepers di UN Peacekeeping Operations, “ jelas Faizasyah. (osa)


0 komentar:
Posting Komentar