photo SKMENPEN.gif

Kamis, 10 April 2014

Wartawan Terkontaminasi Biasanya Tidak Jujur Dalam Penyajian Berita.(Oleh andri Luntungan)









Wartawan Terkontaminasi Biasanya Tidak Jujur Dalam Penyajian Berita.(Oleh andri Luntungan)


"Bagaiman jika jaman sudah membuat wartawan terseok-seok,bisa dibuang kesana kemari oleh kalangan politisi,yang berkepentingan hanya mengambil keuntungan buat dirinya saja." Dijaman ini wartawan yang benar-benar posisinya membela kebenaran bagi orang lemah atau masyarakat bawah sepertinya,kurang ,artinya mereka seperti terkontaminasi,dengan kepentingan hidup dan keterpaksaan dalam memilih membuat mendukng seorang tokoh meskipun semua itu seperti ada sebuah kekuatan yang membuat wartawan terombang -ambing kesana kemari.Seharusnya para wartawan jangan terjebak oleh kalangan politisi dan kalangan distribotor partai,dan wartawan harus tetap berada dikoridor aslinya tidak berada disatu kalangan tapi berada disemua golongan."Tapi Indonesia sepertinya wartawan telah terbelah-belah dengan artian,mereka tidak memiliki sebuah prinsip,bahwa adalah jurnalis yang harus bisa membela suara yang lemah dan mengkritisi kesalahan bagi mereka yang menyimpang." Penilaian penulis dunia pers sekarang rasa idialis dan kepribadian buat menjadi seorang jurnalis murni seprtinya telah luntur diacak-acak oleh kalangan politisi.Seandainya wartawan di Indonesia telah mudah dan dirinya bisa diombang -ambing kalangan politik,apalagi yang bisa diharapakan oleh masyarakat, ditambah lagi para pemilik modal adalah datang dari kalangan politisi dan wartawan bekerja disana,smentara besik sebagai wartawan,yang fumental belum dimiliki olehnya akhirnya disana dia bisa terbawa oleh arus pemilik modal dan pengaruhnya msuk dalam jiwa wartawan itu dan konsep pengusuaha berpartai masuk dalm aturan main,dan sekarang terbukti,"wartawan di indonesia,ada pro,pada penguasa,pengusaha,ada yang pro pada tokoh-tokoh politik,dan ada juga yang menjadi wartawan pengemis,asal bisa makan dia iukut kesana kemari dan numpang hidup pada orang yang merasa memiliki uang." Apa jiwa watawan sudah seperti ini?.dan apakah wartawan dijaman ini sudah tidak punya lagi harga diri.? akhirnya mengikuti orang -orang yang bermodal kuat dan dia menjadi membonceng agar bisa hidup sejahtra.?,artinya dia kehidupan dia hanya mengikuti,seorang dan sekaligus dia ingin numpang hidup kepada pengusaha itu,terlepas benar atau tidak keadaan wartawan di Indonesia yang kondisinya seperti tidak menentu,artinya dia menulis dan menyajikan tidak melihat disekitarnya menjerit,dan disekitarnya menantikan suara kejujuran bukan suara rekayasa atau oleh sebab anda mendapat bagain uang disana memnyajikan berita sudah melepaskan tidak kejujuran anda.Situasi seperti ini mungkin orang mulai lupa bahwa wartawan adalah penyambung suara,apa dari kalangan masyarakat jelata atu juga dari kalangan lemah dan berbagai kalangan keluh kesahnya bisa saja disampaikan oleh para wartawan dimedia mereka."tapi jika media sudah dipengaruhi oleh tangan kotor politik,setidaknya penyajian disana sudah tidak ada lagi kejujuran tapi sebuah penyampaian rekayasa dan pelintiran bahasa terjadi." Spertinya perkataan seperti ini pasti ada yang tersingung atau merasa.? dan disini penulis hanya sebatas menyentil agar bilah  anda sebagai watawan kondisinya seperti itu alangkah baiknya segera sadar dan jangan lakukan lagi hal seperti itu?. Sebagai wartawan yang baik,anda harus tetap menjadikan diri tidak berpihak,dan buat tidak semua  sama,artinya dalam penyajian jangan semua sama seperti itu dan minimal ada beda dan penyajian itu perlu fro dan kontra,artinya jika semua sama disana seakan-akan wartawan telah terkontaminasi semua. Sebagai wartawan yang punya nilai juang dan nilai kemurnian dalam menajlankan tugas,jangan sekali-kali bisa menerima janji dari seseorang atau mengharapkan pada dia,atau kalangan pengusaha atau kalangan parpol,oleh sebab anda sudah terdaftar sebagai kelompok  sebagai wartawan yang akan memenangkan dia disana anda menyajikan begiu kentara sekali,dan disana juga berita idak lagi balans,dan keluh kesah arus bawah yang lebih besar seakan dibaikan oleh anda,meliha semua ini adakah yang tersentuh melihat keberadaan wartawan Indonesia seperti itu.? dan dimana jiawa mereka,dimana juga KEJ,kode etik jurnalistik-mereka.?.Meskipun sepertinya wartawan telah seperti itu,tapi penulis yakin masih banyak wartawan yang tidak seperti itu,dan banyak wartawan yang murni dan tidak bisa terkontaminasi.artinya bagi wartawan sudah terkontaminasi oleh kalangan partai, dan kalangan pengusaha dan penguasa mereka akan dengan sendirinya tergilas oleh waktu,dan masyarakat menilai semua itu nyata,dan bagi mereka telah terkontaminasi jelas dia bukan wartawan sejati.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)