7- Ibu Rumah tangga tertawa- melihat ,suami menjadi calon angota DPRD,atau DPR_RI,para ibu-ibu itu ,mengatakan "baha suami-mereka hanya membuar tertawaan saja,mengapa bisa begitu,oleh sebab mereka membina rumah tangga,bisa dikatakan belum berhasil,mas,Ibu rumah tangga yang berhasil dijumpai penuls,mengenai seperti apa dia mau membina orang lain,artinya,jika ingin mengabdi pada masyarkat dia harus bisa dulu mengabdi pada keluarga." Seperti mendidik Istri,anak,dan memberikan nafkah yang layak,dan uang sudah berlebihan baru kesananya dia boleh mengabdi pada orang lain,"rumah saja tinggal di mertua dan makan saja tidak teratur ditambah kehidupan sehari-hari begitu susuah,artinya jangankan buat orang lain buat keluarga saja sudah tidak mampuh memberi nafkah yang layak,masa mau mencoba memberikan aspirasi masyarakat ini namanya orang ngaco,alias dia mengadu nasip mencari kerjaan di DPRD atau DPR-RI.Seharusnya penerimaan calon angota selektif,jangan asala mencalonkan,cetus rusmi penduduk Kabupaten Tasikmalaya.Apa yang dikatakan rusmi mendapat respon dari susi, dia lebih suka jika para calon DPRD-RI,seharusnya oleh masyarakat diteliti dahulu ,"apa benar calonnya itu orang baik,dan seperti apa didalam kehidupan keseharian mereka,benarkah dia orang baik,dan apakah dia didalam rumah tangganya membina istri dan anak tidak bermasalah,dan seharusnya masyarakat bisa menilai seandainya didalam rumah tangga sudah tidak akur,dan makan buat keluarga saja susah mana mungkin bisa membantu masyarakat,akhirnya para calon yang duduk DPRD-RI itu hanya sebatas mencari nafkah,bukan buat mengabdi,artinya mereka mencari hidup disana cetus Susi penduduk jakarta,Utara,apa yang dikatakan susi mendapat respon dari kalangan Ibu yang tersebar diberbagai kecamatan dan kelurahan yang tersebar diberbagai daerah,seperti Ibu surtinah,di patihan,Ibu rohimah,di Seleman, Ibu,Ratana Ningsih Di kelaten, Ibu Lionita,disolo,Ibu dewi retno di jakarta pusat, mereka sependapat seharusnya para calon angota DPRD_RI,dia jangan hanya asal daftar dan paniata penerima para calan itu,harus selektif artinya kalau yang didalam rumah tangganya tidak baik,seharusnya jangan diterima,oleh sebab bisa dikatakan jika didalam keluarga saja sudah tidak becus apa mungkin dia bisa mengatur masyarakat.?"Secara logika mana ada orang ddlam rumah tangga kacau bisa mengatur masyarakat,seandainya mereka memilih berarti yang memilihnya juga orang yang kacau,artinya dia tidak bernmartabat,cetus Ibu rohimah diselman.Penilaian penulis, dari perkataan para Ibu-ibu ini ada benarnya,yang mana jika seorang bapak sebagai kepala rumah tangga jika didalam mengatur keluarga kecil tidak berhasil dan penuh dengan kekacauan , secara penglihatan normal apa mungkin mereka bisa mengatur yang lainnya,logika para ibu- ibu itu ada benarnya, penulis beranggappan bahwa orang yang bisa dibilang sebagai wakil rakyat dia harus bisa dulu menjadi seorang bapak yang baik,dan menjadi warga yang baik,memberikan makan yang baik,dan disana dia sudah memiliki berbagai kelebihan buat keluarganya baru dia mencoba mengabdi pada orang lain.Mendngar semua ini penulis tersentuh terhadap para calon yang seperti ini,dan penulis berharap semua calon anggota DPRD_RI yang sekiranya anda membina rumah tangga belum beus jangan memaksakan diri buat mewakili masyarakat,seharusnya anda belajar dulu membina rumah tangga anda dengan rukun damai dan penuh dengan kelebihan baru anda mencoba memberikan kelebihan itu buat orang lain,tapi jika sekiranya diri anda didalam rumah tangga membina Istri dan anak belum berhasil seharusnya mulai sekarang anda harus dengan jantan menyatakan diri dengan jantan mundur dari arena itu,artinya jangan anda bersepekulasi,mencoba menampilkan diri bahwa anda adalah seakan-akan mau memperjuangkan masyarakat padahal didalam kehidupan anda penuh dengan kekurangan dan gersang.Penilaian penulis segala yang disampaikan oleh Ibu-ibu itu adalah sebuah keluhan dan usulan yang jujur dan benar,dimana buat para calon seharusnya jangan menipu diri,membina sekla kecil gagal apalagi anda mau mencoba membina sekala besar,"jika anda orang normal pasti tidak akan berbuat seperti itu.tapi jika anda sudah tidak normal lagi berpikir mungkin bisa saja prilaku seperti itu anda kerjakan.Harapan penulis segala eleman masyarakat harus memilih yang memiliki hidup benar dan berpedoman pada kebaikan dan kejujuran jika tidak ada itu harus bernai mnolak segala calon yang seperti itu,dan jika perlu masyarakat harus berani meneliti semua calon,artinya jika diketemukan ada calon yang dianggap membina rumah tangga tidak berhasil jangan pilih dia."Mungkin masalah seperti ini tidak hanya terjadi pada kalangan angota DPRD_RI saja tapi seharusnya sampai juga kepada yang lebih tinggi seperti memilih calon Presiden jangan asal kelihatan dari TV saja dia baik tapi siapa tahu didalam membina rumah tangga ada kemungkinan dia gagal. "harapan penluis para calon Presiden tidak ada,seperti itu, dan saya yakin jika ada pasti masyarakat tidak akan memilih,artinya mereka tidak suka terhadap pemimpin yang dipilih adalah bukan yang baik tapi bisa dibilang orang gagal dalam membina rumah tangganya." Kembali kepada perkataan para Ibu-ibu yang katanya mereka tertawa melihat suaminya yang sepekulasi berlaga seperti orang hebat dan berlaga seperti paling bisa mengabdi,pahal dibalik semua itu hanya sandiwara belaka,artinya dia tampil bagaikan orang yang hebat menjadi pemimpin padahal memimpin keluarga kecil dia nga bisa mana mungkin akan bisa memimpin masyarakat.
0 komentar:
Posting Komentar