
Presiden Indonesia Susilo Bambang Yodhono Mendengar Meletusnya Gununug kelut Dengan sigap melihat lebih dekat kejadian itu belio,bersama rombongan yang terdiri dalam kunjungan kerja kali ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menkes Nafsiah Mboi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Kapolri Jenderal Sutarman, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif. Dari
Jakarta: Dengan menggunakan Kereta Api Luar Biasa dari Stasiun Gambir, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Madiun, Jawa Timur, untuk selanjutnya ke Kediri meninjau langsung penanganan korban letusan Gunung Kelud. Didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri, Presiden SBY meninggalkan Gambir pada Minggu (16/2) pukul 07.00 WIB.
Presiden SBY dan Ibu Ani diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 19.00 WIB. Menginap semalam, baru besok Presiden akan ke Kediri menggunakan mobil.
Di Kabupaten Kediri, SBY diagendakan mengunjungi posko satuan pelaksana penanggulangan bencana di Kawasan Simpang Lima Gumul. Selain itu, SBY juga akan meninjau posko pengungsi Balai Pamitran, Desa Segaran, Kecamatan Wates. Presiden juga dijadwalkan mengunjungi pengungsi korban erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Blitar, masih di Jawa Timur.
Gunung Kelud berada di perbatasan tiga kota, yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Kamis (13/2) malam lalu, gunung berapi terpendek di Indonesia --tingginya sekitar 1.731 mdpl-- tersebut meletus, dan abunya terbang hingga mencapai beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selama dua hari, seluruh penerbangan dari dan ke kota-kota di Pulau Jawa lumpuh.
Sebelumnya pada hariJumat (14/2) pagi, Presiden langsung menggelar rapat terbatas untuk mengoordinasikan penanganan terhadap pengungsi. Presiden, antara lain, memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Gubernur Jatim Soekarwo untuk memimpin langsung penanganan tanggap darurat.
0 komentar:
Posting Komentar