photo SKMENPEN.gif

Selasa, 11 Februari 2014

Komite PBB Kembali Menegaskan Kesejajaran Jender Diberbagai Dunia (oleh Andri Luntungan)

10 Februari 2014 - Komite PBB mandat untuk memastikan kepatuhan dengan perjanjian global untuk mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan membuka sesi baru hari ini dengan panggilan untuk kesetaraan gender harus sepenuhnya terintegrasi ke dalam agenda pasca - 2015. " Kami percaya harus ada tujuan yang berdiri sendiri atau tujuan kesetaraan dan non - diskriminasi yang membahas segala macam diskriminasi , termasuk diskriminasi atas dasar jenis kelamin, " Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay mengatakan pada pembukaan -57 sidang Komite konvensi Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan ( CEDAW ) yang diadakan di Jenewa sampai 28 Februari . PBB saat ini sedang merumuskan agenda pasca -2015 baru untuk memetakan perjalanan pembangunan global selama beberapa dekade yang akan datang , memperluas Millenium Development Goals ( MDGs ) yang diadopsi pada pertemuan puncak PBB pada tahun 2000 , yang bertujuan untuk memangkas kelaparan ekstrim dan kemiskinan , cut ibu dan kematian bayi , memerangi penyakit dan menyediakan akses ke pendidikan universal dan perawatan kesehatan , semua pada akhir 2015. Ms Pillay juga menyerukan penguatan keseluruhan badan perjanjian untuk memenuhi tantangan triple backlog signifikan , kronis kekurangan sumber daya dan cukup sesuai dengan kewajiban pelaporan . " Jika tidak ada tindakan cepat diambil untuk memperbaiki masalah ini , sistem badan perjanjian terancam kolaps , " ia memperingatkan . Tapi dia juga membayar upeti kepada apa CEDAW telah berhasil mencapai selama tiga dekade terakhir . " Perjuangan telah lama , dan tampaknya bagi saya bahwa , bukan hanya merenungkan kemunduran kami atau menilai tantangan ke depan , kita juga jarang berhenti sejenak untuk menghargai prestasi kami sepanjang jalan , " katanya . " Pekerjaan Komite , dalam pandangan saya , adalah alasan untuk bangga . Selama lebih dari 30 tahun , Komite ini telah bekerja tekun untuk menguraikan secara rinci kontur , konten dan rincian dari berbagai macam hak-hak perempuan . "

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)