"siapa menyangka jika disaat ini masyarkat Inodnesia melihat partai mulai jenuh terhadap partai baru dan para calon Presiden yang tampil saat ini dengan partai yang tidak terlalu disukai,dan ketika ditampilkan tidak ada peminat,tapi mereka tetap mencoba memaksa dengan berbagai rayuan dengan gaya mencba membuang isu korupsi dan akan memulihkan Indonesia. "jika benar kenapa tidak dari dulu saja dia mencoba berbuat kebaikan pada masyarakat seperti mengadakan gerakan sosial kepada masyarkat miskin,seperti memberikan bantuan dan membuat konsep buat para orang miskin.?.Terbukti berbagai kejadian bencana seperti banjir dan berbagai musibah yang telah menimpah di Indonesia mereka tidak terlihat buat membantu secara ruitin -seperti mendampingi dan memberikan sebua solusi bagi orang miskin dan para terkena bencana,"tapi mereka berkata seperti yang akan mebela orang miskin kenyataannya melihat orang miskin tidak pernah,dan melihat korban bencana dan mendapingi secara rutin tidak ada,paling hanya sekali dan disitu juga mereka hadir hanya sebatas kepura-puraan untuk mencari simpati masa belaka."jika Sudah seperti ini prilaku mereka apa benar dia bisa menjadi pemimpin contohnya selama 5 tahun ,dimana Indonesia sedang terjadi berbagai cobaan,dan menghadapi hambatan memajukan Indonesia mereka hanya diam dan tidak terlihat mereka membuat upaya untuk bisa mebela Indonesia dan bangsanya,yang ada mereka seperti sembunyi,akhirnya yang terlihat hanya pemerintah dan aparatnya,seharusnya jika memang para partai dan calon presidennya mencoba membantu bangsa Indonesia dan bangsanya seharusnya mereka berani memberikan batuan secara rutin,bukan hanya ngomong saja mau membangun Indonesia,anak kecil juga bisa kalau hanya berkata merubah Indonesia dan berkata mau membela orang miskin,tapi apa mungkin anak kecil bisa berbuat.? jelas tidak mungkin hal itu terjadi. Melihat semua itu jelas mereka lebih percaya terhadap pemrintah yang telah berbuat, banyak ketimbang yang hanya baru rencana belaka. 70% jika disurfai masyakat tidak terlalu melihat terhadap janji para partai,artinaya mereka melihat yang ditampilkan orang yang semuanya pernah tampil dan kalah,seperti sudah tidak punya stok baru. Cetus warga banjir disekitar perumahan jalan di Kebon Jeruk." Perkataan korban banjir ada benarnya mereka polos berkata dan dia bicara tidak mengada-ada tapi dia berkata dengan keluh kesah apa adanya, lantas bagaimana sebenaranya yang dirasakan oleh para pengusung,sepertinya orang yang mungusung para calon yang dahulu sudah tidak laku,dan bisa bilang tidak diminati dia sekarang mencoba mengunakan lembaga surfai dan lembaga -lembaga yang tidak jelas memaksakan masyarkat untuk tergiur- apa yang mereka sajikan,seperti mengatakan katanya hasil surfai masyarakat 70% akan golput,dan berbagai teori tidak berlasan yang hanya membuat tawa mereka dan tidak masuk akal., yang jelas masyarakat tidak bodoh dan tidak mudah bisa ditipu lagi dengan cara-cara diperdaya dan gambar dan waerna -warna simbolis perkataan,sekarang butuh kenyataan.." Lantas jika sudah begini adanya masyarakat Indonesia keinginannya seperti itu senjata apa yang akan dikeluarkan para pengusung calon presiden yang tidak laku itu -dimasa lalu.? Penulis melihat semua partai baru dan calon yang ditampilkan pemilu lalu tidak laku dan tidak ada peminatnya seharusnya pengusung bisa mencari yang baru calonnya bukan justru memaksakan kehendak seperti main loter,"siapa tauh yang sekarang mujur,lantas bisa menang,akhirnya mengunakan teori palsu dan mengunakan tim surfai palsu dan seperti mencoba membuat pengaruh seakan bahwa Indonesia Baru adalah ini Loh calon yang hebat?. " Padahal pengusung tahu bahwa calon di usung itu dia tidak perbnah menjadi prsiden,dinegara mana pun,dan tidak pernah juga tahu seperti apa kalau dia jadi presiden,"mana mungkin dia bisa membuat Indpnesia ini bagus,Paling hanya merubah,?." apa.menjadi carut marut,atau seperti apa,seperti halnya,seumpama anak SD,mengisi pelajaran mahasiwa punya,apa mungkin dia mampuh.? "terkecuali anak ajaib.".aaa. Terlepas semua itu yang jelas masyarakat Indoensia sudah cerdas dan merke memiliki berbagai alat tehnologi yang bisa dilihat dengan cepat,seperti mengunakan FB Twit,dan BBM,SMS, yang bisa diantara mereka salaing bertanya antara teman keteman,artinya bagaimna jika saya diIndonesia punya teman 150 juta orang yang tersebar di Inodnesia,dan ketika ditanya oleh saya ,"apakah anda pernah kedatangan lembaga surfai,lantas teman -teman 150 juta tadi menjawab surfai yang man ya,?" tandanya iso juta orang tadi berarti tidak pernah mendapat kedatanagn lembaga tadi,surfai itu berarti melaporkan asbun,dan tidak jelas Akun domain dan paswordnya.? Oke dimasa pemilu yang mungkin setiap manusia bisa membuat berbagai sepekulasi,dan berbagai komoplase dan sombong besar,hal itu wajar,tapi ingant ,bahwa masyarakat Indonesia tidak bodoh,dan mereka lebih suka mendukung orang yang pernah mereka rasakan segala kebaikan dan kopinya,artinya bagi mereka yang belum pernah berbuat mengabdi dan kebaikan terhadapnya jangan harap akan dipercaya meskipun bicara,banyak,"Seperti halnya berteriak dalam mimpi.". artinya percumah bicara banyak, dan bikin janji jika mereka selama 9 tahun tidak pernah melihat anda berbuat kebaikan buat mereka,"tapi setelah pemilu mendadak berkata akan membela orang miskin dan menampung orang orang Nganggur bisa kerja.lantas selama 9 tahun kenapa tidak mencoba memberikan mereka perkerjaan dan memberikan bantuan sosial seperti memberikan sebuah kehidupan buat mereka si imskin dan penganggur.?Lebih Ironis lagi berbagai bencana yang terjadi dan banjir bandang yang terjadi di Indonesia kepedulian buat membantu secara rutin hampir kurang dilakukan dan seandainya ada juga hanya mencari simpatis,seakan -akan mereka peduli padahal semua itu hanya basa basi belaka."tetap saja yang membantu korban banjir dan kemiskinan juga kelaparan dan penampungan tenaga kerja lagi -lagi pemerintah dan Presiden Dan mentrinya.tapi Para parpol Mana mungkin akan mau memabntu sampai seringan-ringanya."semua sudah terlambat,artinya waktu sudah dekat,mendekatai pemilu smentara anda hadir disaat itu dan diwaktu masyrakat membutuhkan anda semua tidak terlihat bagaimana mungkin mereka bisa percya ats segala perkataan.Melihat semua ini penulis tersentuh dengan pengusung yang yang tidak mendengar jeritan rakayatnya dan sudalah tidak mendngar,sekarang mereka datang spontannista,minta diukung sementara yang ditawarkan orang tidk mengenal anda "apa mungkin. dia mendukung atau peduli.?" Jelas tidak mungkin dan semua itu berarti bohong oleh sebab hasil pemilu belum dilaksanakan man mungkin sekarang sudah bisa diprediksi,terkecuali dia permal Stres,atau dia sedang kesurupan denagn alibi mengunakan surfai."Jika seperti ini apa bisa dipercaya.?"
0 komentar:
Posting Komentar