Palopo, Sulawesi Selatan: Menjadi hamba Allah dan warga negara
Indonesia yang baik sama pentingnya. Kesejahteraan suatu bangsa atau
kaum tidak akan datang dengan sendirinya, kecuali dengan kerja keras dan
seizin Allah.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyitir Alquran Surat Ar-Ra'd ayat 11
tersebut saat berinteraksi dengan jamaah Masjid Agung Luwu-Palopo, Kota
Palopo, Sulawesi Selatan, seusai shalat Jumat (21/2).
"Tuhan tidak akan mengubah satu kaum, nasib Palopo, nasib Sulawesi, dan
nasib Indonesia, kecuali kita sendiri yang melakukannya, dengan seizin
Allah," kata Presiden SBY.
Mengenakan baju koko dan peci hitam, kehadiran SBY di Masjid Agung
Luwu-Palopo menarik perhatian jamaah. Banyak yang saking tergesa ingin
dekat dengan SBY, jamaah yang berada di luar masjid berebut masuk sampai
lupa melepas sepatu atau sandalnya.
Kesempatan berdialog seusai shalat Jumat ini digunakan SBY untuk
menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan kerjanya di beberapa kabupaten
dan kota di Sulsel. "Saya ingin melihat langsung keadaan di Sulawesi
Selatan, kabupaten dan kota, apa saja yang telah dicapai dan pembangunan
telah menghasilkan apa saja," Presiden SBY menjelaskan.
Ikut dalam perbincangan di masjid ini Bupati Luwu HA Muzakar dan
Walikota Palopo Judas Amir. Kepada kedua pejabat tersebut, Presiden
menanyakan apa yang akan mereka lakukan untuk daerahnya di masa depan.
Palopo, ujar SBY, memiliki potensi sebagai kota niaga, jasa, dan
perdagangan. "Kalau ini kita bangun lebih baik lagi, sistemnya,
infrastruktur, dan teknologinya, tentu akan membawa kemajuan ekonomi dan
kesejahteraan. Demikian juga pendidikan, kesehatan, dan kecukupan
pangan," Presiden SBY menambahkan.
"Saya punya keyakinan bahwa Palopo akan lebih baik lagi. Pemerintah
pusat memiliki kewajiban membangun daerah. Saya tidak suka banyak
berjanji, tapi dengan rencana yang ada di Palopo, pemerintah pusat punya
kewajiban untuk membantu dan menyukseskan," SBY menegaskan
0 komentar:
Posting Komentar