photo SKMENPEN.gif

Senin, 21 Januari 2013

Menhan Prancis:Kami Akan Rebut Mali Secara Total

Pasukan Prancis di Mali (Foto: The Washington Post)BAMAKO – Pasukan Prancis mulai membangun kekuatannya di wilayah Mali. Pemerintah Prancis pun menyatakan tujuan utama mereka adalah untuk merebut kenbali negara Afrika bekas jajahannya itu dari tangan kelompok al-Qaeda.

Pasukan Prancis dikabarkan berhasil menguasai beberapa wilayah di Mali yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok al-Qaeda. Keberhasilan Prancis itu tidak lepas dari keputusan al-Qaeda yang lebih memilih untuk mundur dan memperkuat basis utamanya di wilayah pegunungan di Mali bagian utara.

“Tujuan kami adalah untuk merebut Mali secara total, kami tidka akan menyisakan satu wilayah pun untuk al-Qaeda,” ujar Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian dalam sebuah wawancara televisi, seeprti dikutip AFP, Senin (21/1/2013).

Prancis sendiri tidak akan bertempur sendiri menghadapi kelompok al-Qaeda di Mali. Tentara Prancis disebut juga akn menerima bantuan dari Jerman, Rusia, Kanada dan pasukan dari negara-negara Afrika.

Walaupun sempat dipukul mundur oleh tentara Prancis, kelompok al-Qaeda menegaskan mereka akan terus melakukan perlawanan. Mereka pun memperingatkan warga Mali yang tinggal di bawah kekuasaan Prancis untuk segera melarikan diri dari tempat tinggalnya itu.

“Kami akan terus melakukan operasi militer untuk menghentikan pihak asing yang kini berada di wilayah Mali bagian utara. Kami memperingatkan warga untuk pergi dari wilayah yang dikuasai oleh tenatara asing,” sebut pernyataan yang dikeluarkan oleh militan al-Qaeda di Mali.

Semakin sengitnya konflik antara tentara Prancis dengan militan al-Qaeda di Mali menimbulkan kehawatiran akan keselamatan warga Prancis yang saat ini berada di sekitar wilayah konflik. Minggu lalu sempat terjadi aksi penyanderaan di Aljazair bagian selatan yang menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk diantaranya sandera yang berasal dari Prancis.

Pemerintah Prancis juga menyebutkan ada beberapa warganya yang kini menjadi sandera di Niger dan juga Mali sendiri. Namun pihak pemerintah menyatakan saat ini kondisi mereka masih aman dan Prancis telah menjalin kontak dengan pihak penyandera.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)