photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 15 September 2012

Pemerintah Jepang telah mengadopsi kebijakan energi baru untuk mewujudkan masyarakat yang tidak bergantung pada pembangkit listrik nuklir di 2030



Pemerintah Jepang telah mengadopsi kebijakan energi baru untuk mewujudkan masyarakat yang tidak bergantung pada pembangkit listrik nuklir di 2030, tetapi untuk menjaga daur ulang bahan bakar nuklir.
Perdana Menteri Yoshihiko Noda dan anggota kabinet yang terkait dengan isu-isu energi nuklir setuju untuk mengadopsi kebijakan energi baru negara itu. Pergeseran kebijakan mengikuti kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada Maret tahun lalu.
Semua sumber daya yang tersedia akan diinvestasikan dalam upaya untuk mewujudkan sebuah negara bebas dari pembangkit tenaga nuklir pada dekade 2030an, termasuk penggunaan yang lebih luas dari energi hijau seperti tenaga surya dan angin.
Langkah-langkah spesifik termasuk batasan 40 tahun pada umur pembangkit listrik tenaga nuklir, hal ini tidak akan mencakup pembangunan pabrik baru dan tidak ada perluasan yang sudah ada.
Namun kebijakan baru mengatakan bahwa reaktor yang ada akan dimasukkan ke dalam operasi setelah komisi regulasi nuklir baru yang akan diluncurkan minggu depan mengetengahkan mereka aman.
Mengenai kebijakan daur ulang bahan bakar nuklir, pemerintah akan mencari lokasi untuk pembuangan akhir limbah nuklir luar Aomori Prefecture. Prefektur host pabrik pengolahan untuk bahan bakar nuklir bekas dan fasilitas terkait lainnya yang akan terus beroperasi.
Kebijakan mengatakan Jepang akan memikul tanggung jawab untuk keperluan non-proliferasi nuklir dan damai tenaga nuklir.
Para peternak cepat-reaktor Monju akan digunakan untuk penelitian mengenai cara-cara untuk mengurangi limbah nuklir dan penelitian akan berakhir setelah hasilnya ditetapkan.
Monju sebelumnya akan berjalan di uranium dan plutonium yang diekstraksi dari bahan bakar nuklir bekas.
Pemerintah mengatakan akan terus meninjau kebijakan energi baru karena sulit untuk secara akurat memperkirakan situasi energi masa depan.
Setelah pertemuan Perdana Menteri mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang akan menghadapi berbagai tantangan sebagai akibat dari keputusan pemerintah nya.
Dia mengatakan negara itu akan mewujudkan masyarakat berdasarkan jenis energi baru dengan mendapatkan kontribusi dari rakyat, menggunakan ide-ide baru dan berbagi beban.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)