Jakarta: Dalam beberapa isu politik, mungkin terjadi perbedaan pandangan di antara pimpinan lembaga tinggi negara. Namun semuanya tetap bersatu dengan memegang teguh komitmen mengebai Pancasila sebagai dasar negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR Taufiq Kiemas, kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis (2/8) sore.
"Selama tiga tahun ini barangkali ada perbedaan dalam melihat isu politik antara saya dengan Ketua MPR atau dengan ketua lembaga tinggi negara lainnya, namun kita tetap bersatu dalam komitmen, bahkan keyakinan kerangka kehidupan bernegara yang berlandaskan Pancasila," kata Presiden SBY.
Semua pihak, lanjut Presiden SBY seharusnya bergandengan tangan dalam pengelolaan negara. "Siapapun yang mengelola negara ini, bukan hanya Presiden, tetapi pemimpin lembaga negara sekarang ini dan seterusnya berkontribusi untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," SBY mengingatkan.
Sekarang ini banyak perubahan terjadi dunia, baik arsitektur politik maupun ekonomi. Perubahan adalah sebuah keniscayaan, tuntutan zaman. Indonesia, ujar Presiden SBY, patut bersyukur telah melakukan reformasi dan transformasi, meskipun belum rampuNG.
"Tapi satu hal yang tidak boleh berubah adalah dasar negera kita, pilar-pilar kehidupan negara kita," Presiden menegaskan.
Kepala Negara juga berpesan, di dalam masyarakat Indonesia yang multiras, multietnik, dan berbagai agama ini Bhineka Tunggal Ika amatlah penting. "Di reformasi ini, kita kembali kepada sasanti Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada alasan apapun bagi bangsa yang majemuk ini untuk tidak bersatu, bersama-sama membangun negeri dengan saling menghormati, menjaga toleransi, dan harmoni diantara kita semua," Presiden menambahkan.
Sebelumnya, tuan rumah Taufiq Kiemas mengatakan bahwa silaturahmi antara pimpinan lembaga negara ini sebuah pertanda baik. "Dengan berkumpul kita dapat menyelesaikan segala masalah yang tidak bisa kita selesaikan di tempat lain, tapi di sini kita bisa bersilaturahmi dengan sebaik-baiknnya. Itulah yang kita harapkan pada ibadah kali ini," ujar Ketua MPR.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bertindak sebagai pengisi ceramah. Mahfud menyampaikan tausiyah Ramadan dengan diselingi humor.
Hampir semua pimpinan lembaga negara hadir dalam acara yang diselenggarakan bergilir di antara pimpinan lembaga negara tersebut. Presiden SBY yang mengenakan batik oranye datang didampingi Wapres Boediono. Terlihat pula Ketua BPK Hadi Poernomo, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, dan Priyo Budi Santoso.
Dari jajaran KIB II hadir, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalhi, Seskab Dipo Alam, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhut Zulkifli Hasan, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (dit)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR Taufiq Kiemas, kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis (2/8) sore.
"Selama tiga tahun ini barangkali ada perbedaan dalam melihat isu politik antara saya dengan Ketua MPR atau dengan ketua lembaga tinggi negara lainnya, namun kita tetap bersatu dalam komitmen, bahkan keyakinan kerangka kehidupan bernegara yang berlandaskan Pancasila," kata Presiden SBY.
Semua pihak, lanjut Presiden SBY seharusnya bergandengan tangan dalam pengelolaan negara. "Siapapun yang mengelola negara ini, bukan hanya Presiden, tetapi pemimpin lembaga negara sekarang ini dan seterusnya berkontribusi untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," SBY mengingatkan.
Sekarang ini banyak perubahan terjadi dunia, baik arsitektur politik maupun ekonomi. Perubahan adalah sebuah keniscayaan, tuntutan zaman. Indonesia, ujar Presiden SBY, patut bersyukur telah melakukan reformasi dan transformasi, meskipun belum rampuNG.
"Tapi satu hal yang tidak boleh berubah adalah dasar negera kita, pilar-pilar kehidupan negara kita," Presiden menegaskan.
Kepala Negara juga berpesan, di dalam masyarakat Indonesia yang multiras, multietnik, dan berbagai agama ini Bhineka Tunggal Ika amatlah penting. "Di reformasi ini, kita kembali kepada sasanti Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada alasan apapun bagi bangsa yang majemuk ini untuk tidak bersatu, bersama-sama membangun negeri dengan saling menghormati, menjaga toleransi, dan harmoni diantara kita semua," Presiden menambahkan.
Sebelumnya, tuan rumah Taufiq Kiemas mengatakan bahwa silaturahmi antara pimpinan lembaga negara ini sebuah pertanda baik. "Dengan berkumpul kita dapat menyelesaikan segala masalah yang tidak bisa kita selesaikan di tempat lain, tapi di sini kita bisa bersilaturahmi dengan sebaik-baiknnya. Itulah yang kita harapkan pada ibadah kali ini," ujar Ketua MPR.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bertindak sebagai pengisi ceramah. Mahfud menyampaikan tausiyah Ramadan dengan diselingi humor.
Hampir semua pimpinan lembaga negara hadir dalam acara yang diselenggarakan bergilir di antara pimpinan lembaga negara tersebut. Presiden SBY yang mengenakan batik oranye datang didampingi Wapres Boediono. Terlihat pula Ketua BPK Hadi Poernomo, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, dan Priyo Budi Santoso.
Dari jajaran KIB II hadir, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalhi, Seskab Dipo Alam, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhut Zulkifli Hasan, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (dit)


0 komentar:
Posting Komentar