Presiden SBY dan PM Australia Julia Gillard memberi keterangan pers bersama, seusai pertemuan bilateral, di Gedung Parlemen Teritori Utara Australia, Darwin, Selasa (3/7) pagi. (foto: muklis/presidensby.info)
Darwin, Australia: Meskipun volume perdagangan Indonesia dan Australia meningkat tajam, naik 29 persen pada tahun 2010 sampai tahun 2011, tetapi masih ada peluang untuk meningkatkan lagi. Kedua negara menargetkan volume perdagangan ini mencapai 15 miliar dolar AS pada tahun 2015.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers bersama PM Australia Julia Gillard, di Area Speakers Green atau halaman belakang Gedung Parlemen Teritori Utara Australia, Darwin, Selasa (3/7) pukul 11.30 waktu Darwin atau pukul 09.00 WIB. Keterangan pers berlangsung seusai pertemuan bilateral yang, menurut Presiden SBY, konstruktif dan produktif.
"Kita memiliki target, dengan kerja keras kita, tahun 2015 ingin mencapai volume perdagangan sebesar 15 miliar dolar Amerika Serikat. Saya harap itu bisa kita capai sebagaimana kita telah melakukan negosiasi bagi Indonesia-Australia Economic Comprehensive Agreement yang akan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama perdagangan bilateral kita," kata Presiden SBY.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Australia yang positif di tengah krisis ekonomi global merupakan modal untuk kerja sama yang lebih besar lagi.
Dalam pertemuan bilateral tadi, dibahas pula peningkatan kerja sama peternakan sapi. Menurut Presiden, permintaan akan daging sapi di Indonesia meningkat karena melonjaknya golongan menengah. Indonesia juga mengundang investasi dari Australia untuk pengembangan infrastuktur bagi terciptanya kontektivitas di kawasan.
Di bidang kepariwisataan, SBY memuji kebijakan Australia yang mempertimbangkan kembali re-assessment travel advice. Kedua pemimpin juga menyepakati penambahan kuota work and holiday visa dari 100 menjadi 1000 tiap tahunnya.
Indonesia dan Australia bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, secara umum antara universitas diantaranya Universitas Charles Darwin dengan Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur.
Di akhir keterangan persnya, Presiden mengajak PM Australia untuk menghadiri Bali Democracy Forum yang akan digelar untuk kelima kalinya tahun ini.
Sementara itu pada kesempatan sebelumnya, PM Julia Gillard mengatakan bahwa negaranya dan Indonesia memiliki tujuan yang sama, yaitu menyejahterakan rakyatnya. PM Gillard sangat mengapresiasi pembahasan bilateral dan bertekad mewujudkannya.
"Saya menunggu pertemuan pertama untuk menegosiasikan kerja sama ekonomi yang komprehensif yang akan dipimpinin oleh masing-masing menteri perdagangan, yang salah satunya mendiskusikan kerja sama penerbangan," kata Julia Gillard.



0 komentar:
Posting Komentar