photo SKMENPEN.gif

Selasa, 03 Juli 2012

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah mengunjungi Kunashiri,

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah mengunjungi Kunashiri, salah satu dari 4 pulau yang dikuasai Rusia diklaim oleh Jepang, sebagai bagian dari turnya ke Timur Jauh Rusia.



Medvedev tiba di pulau itu dengan pesawat dari Sakhalin setelah 4 sore pada hari Selasa, didampingi oleh para pejabat termasuk menteri kabinet yang bertanggung jawab atas pengembangan Timur Jauh dan gubernur Sakhalin Provinsi.

Mereka mengunjungi sebuah perusahaan pengolahan laut dan fasilitas di sebuah pelabuhan di Furukamappu, yang Rusia sebut Yuzhno-Kurilsk, di tengah Pulau.

Setelah pemeriksaan lebih-dari-2-jam, Medvedev terbang ke Kamchatka.

Kunjungan ke Kunashiri adalah 2, satu menyusul pada November 2010 ketika ia menjadi presiden. Itu adalah kunjungan pertama oleh seorang kepala negara Rusia ke salah satu pulau. Tidak ada pemimpin Soviet telah mengunjungi wilayah.

Pada bulan Maret, sebelum dia kembali ke kursi kepresidenan pada bulan Mei, Perdana Menteri Vladimir Putin menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah teritorial dengan Jepang. Bulan lalu, ia dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda juga sepakat untuk mengaktifkan kembali perundingan terhenti teritorial antara 2 negara.

Pemerintah Rusia mengatakan apa yang mereka sebut Kepulauan Kuril menjadi bagian dari Rusia sebagai akibat dari Perang Dunia 2. Pulau-pulau ditangkap oleh pasukan Soviet minggu setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia 2.

Rusia mengakui kepulauan itu sebagai wilayah Jepang di bawah perjanjian 1855. Jepang mengatakan mereka bukan bagian dari Kepulauan Kuril bahwa Jepang meninggalkan bawah Perjanjian San Francisco 1951 Damai. Moskow tidak pernah menandatangani dokumen.

Dalam wawancara dengan media internasional pada tanggal 1 Maret Putin mengakui bahwa tahun 1956 Jepang-Soviet Deklarasi Bersama menyerukan Moskow untuk kembali 2 pulau sekali perjanjian damai ditandatangani. Namun dia mengatakan dokumen tidak menyebutkan tuntutan teritorial lainnya. Putin juga menyatakan keinginan untuk mengakhiri sengketa wilayah dengan cara yang diterima kedua belah pihak.

Deklarasi Tokyo 1993 panggilan untuk 2 sisi untuk menyimpulkan perjanjian perdamaian dengan memecahkan masalah berdasarkan persetujuan di masa lalu dan dokumen serta hukum dan keadilan. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh maka menteri Jepang perdana Morihiro Hosokawa dan kemudian Presiden Rusia Boris Yeltsin ketika ia mengunjungi Jepang.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)