Para anggota Serikat Sosial Vinsensius (SSV) Indonesia mengadakan pertemuan mereka dalam menanggapi panggilan Tuhan untuk terlibat secara langsung dan pribadi melayani kaum miskin, agar pelayanan mereka disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia dewasa ini.
Pertemuan Tahunan XVI SSV Indonesia diselenggarakan oleh Dewan Nasional SSV Indonesia bertempat di Bintang Kejora-Pacet, Mojokerto mulai pada 29 Juni hingga 1 Juli 2012, yang dihadiri 80 peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bogor, Bandar Lampung, Kupang, Timor Tengah Utara, Alor, Ende, dan Luwu, Sulawesi Selatan. Tempat-tempat ini merupakan karya dari SSV.
Selama ini pelayanan yang dilakukan SSV memang telah sedikit banyak membawa perubahan dalam kehidupan kaum miskin yang dilayani, namun situasi saat ini dengan munculnya bentuk-bentuk kemiskinan baru maka dibutuhkan cara-cara baru/strategis yang tepat untuk meningkatkan mutu pelayanan dan menghasilkan perubahan yang signifikan atau sedikitnya dapat mengurangi kemiskinan, demikian ungkap penyelenggara.
Melalui pertemuan ini, kata penyelenggara, para anggota SSV diajak untuk mewujudkan ‘perubahan sistemik’ dalam karya SSV.
“Melalui Perubahan Sistemik, kita dapat memutus rantai kemiskinan sehingga dapat memperbaiki kondisi masyarakat miskin. Perubahan sistemik hanya dimungkinkan bila berfokus pada suatu komunitas orang miskin, membicarakan permasalahan kemiskinan mereka, dan menggerakkannya untuk melawan kemiskinan tersebut,” kata penyelenggara.
Menurutnya, “Perubahan Sistemik hanya mungkin sebagai gerakan komunitas orang miskin itu sendiri. Menolong satu dua orang miskin secara pribadi tidak akan menghasilkan perubahan sistemik. Kita tak dapat melawan kemiskinan secara umum, namun dapat fokus pada suatu kemiskinan yang dihadapi sebuah komunitas orang miskin tertentu.”
Bersama mereka, lanjutnya, akar-akar kemiskinan bisa ditemukan dan perlu diatasi bersama. Memang tidak mudah mengubah nasib kaum miskin, namun hal itu dibutuhkan pendekatan, dan perencanaan bersama mereka.
Pertemuan itu dihadiri juga Penasehat Rohani SSV Rm Antonius Sad Budianto CM (Dewan Nasional), Rm Sigid T. CM (Dewan Nasional), Rm Vinsensius Roy Knaofmone (Dewan Daerah Alor), Rm Dionisius Bollen Lawa (Dewan Wilayah Flores), Sr. Anastasia, Misc (Dewan Daerah Malang Selatan), Bruder Savio Gima Nataprayoga, FIC (Dewan Wilayah Klaten), R Rm Florens Maxi Un Bria (Dewan Wilayah Timor dan Alor).
SSV adalah suatu organisasi internasional kaum awam yang didirikan oleh Beato Frederic Ozanam dan rekan-rekannya di Paris tahun 1833. Organisasi ini diilhami oleh pemikiran dan karya Santo Vinsensius de Paul.
SSV berkarya di Indonesia sejak tahun 1963 diawali di kota Kediri, Jawa Timur atas prakarsa alm Rm G. Boonekamp CM.
Artikel ini dikirim oleh Lana Sari dari Depart Komdok Denas SSV Indonesia



0 komentar:
Posting Komentar