photo SKMENPEN.gif

Rabu, 04 Juli 2012

Rabu, 4 Juli 2012, 10:41:10 WIB Kerja Sama Investasi Ternak Sapi dengan Australia untuk Perkuat Kapasitas Domestik

Darwin, Australia: Kerja sama investasi pengembangan ternak sapi dengan Australia bertujuan mengurangi ketergantungan kepada Negeri Kanguru tersebut. Kerja sama harus adil, berimbang, dan memperkuat kapasitas domestik.




Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini pada bagian lain keterangan persnya di Hotel Crowne Plaza, Darwin, Australia, Rabu (4/7) pagi. "Kita bertekad lebih mandiri pada bidang pangan, termasuk untuk daging sapi," kata Presiden.

Dalam soal pemenuhan kebutuhan daging sapi, pemerintah mecanangkan program dual track. "Jalur yang pertama adalah jual beli dan yang kedua adalah investasi bersama untuk meningkatkan kapasitas domestik dari ternak sapi," ujar Presiden SBY.

"Kita harus menuju kemandirian, (kerja sama dengan Australia ini) ingin memperkuat stok sapi di dalam negeri. Ke depan, kerja sama ini harus adil dan berimbang," SBY menegaskan.

Harus diakui kita masih banyak mengimpor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Sekitar 43 persen ekspor ternak sapi Australia untuk dunia ditujukan ke Indonesia. Kebutuhan Indonesia sendiri terus meningkat seiring meningkatnya jumlah kelas menengah.

Oleh karena itulah dalam kerja sama dengan Australia ini bersifat investasi bersama dan untuk memperkuat kapasitas domestik. "Tujuannya akan baik bagi perternakan Indonesia karena kita akan mengurangi pembeliannya. Tidak akan tergantung terus-menerus, justru produk ternak sapi domestik yang harus kita tingkatkan," Kepala Negara menjelaskan.

Pengembangan ternak sapi ini akan dipusatkan di NTT dan Papua Barat yang subur untuk pertenakan sapi. Itulah sebabnya dalam kunjungan ke Darwin ini Presiden mengajak gubernur kedua provinsi tersebut.

"Setelah kunjungan, gubernur harus lebih aktif lagi. Yang jelas, Papua Barat dan NTT mestinya siap, tinggal menunggu siapa investornya dari Indonesia dan Australia," kata Presiden. "Saya juga meminta Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian menindaklanjuti sehingga bisa diimplementasikan segera," SBY menandaskan.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)