Jakarta: Setelah melaksanakan rapat koordinasi di Kementerian Perindustrian tadi pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan rapat kerja kabinet bidang ekonomi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (27/7) pukul 14.30 WIB. Raker fokus membahas kebijakan fiskal, bea dan cukai, serta perpajakan.
"Pajak serta bea dan cukai bukan hanya penting sebagai sumber penerimaan negara, tetapi kalau sistem perpajakan dan sistem kepabeanan serta cukai itu tepat, benar, dan adil maka perekonomian nasional bukan hanya terus tumbuh tapi juga berkelanjutan dan berkeadilan bagi semua," Presiden SBY menjelaskan dalam pengantar raker.
Bila sistem perpajakan serta bea dan cukai tidak baik, banyak distorsi, secara struktural tidak benar, maka akan berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara dan bergeraknya ekonomi nasional. "Saya memberikan atensi khusus, bukan hanya kebijakan dan regulasinya, tetapi manajemen dan implementasi dari perpajakan dan bea dan cukai kita," Presiden menambahkan.
Usai pengantar Presiden, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan presentasinya mengenai situasi, arah, dan hambatan, serta solusi yang bisa dipikirkan bersama dalam kebijakan fiskal, bea dan cukai, serta perpajakan. Dijadwalkan usai rapat kerja, Presiden akan memberikan keterangan pers mengenai hasil dari pertemuan tersebut.
Presiden SBY memimpin raker ini dengan didampingi Wapres Boediono. Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalhi, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Mentan Suswono, Menristek Gusti Muhammad Hatta, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua KEN Chairul Tandjung, dan Kepala BKPM Chatib Basri. (dit)
"Pajak serta bea dan cukai bukan hanya penting sebagai sumber penerimaan negara, tetapi kalau sistem perpajakan dan sistem kepabeanan serta cukai itu tepat, benar, dan adil maka perekonomian nasional bukan hanya terus tumbuh tapi juga berkelanjutan dan berkeadilan bagi semua," Presiden SBY menjelaskan dalam pengantar raker.
Bila sistem perpajakan serta bea dan cukai tidak baik, banyak distorsi, secara struktural tidak benar, maka akan berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara dan bergeraknya ekonomi nasional. "Saya memberikan atensi khusus, bukan hanya kebijakan dan regulasinya, tetapi manajemen dan implementasi dari perpajakan dan bea dan cukai kita," Presiden menambahkan.
Usai pengantar Presiden, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan presentasinya mengenai situasi, arah, dan hambatan, serta solusi yang bisa dipikirkan bersama dalam kebijakan fiskal, bea dan cukai, serta perpajakan. Dijadwalkan usai rapat kerja, Presiden akan memberikan keterangan pers mengenai hasil dari pertemuan tersebut.
Presiden SBY memimpin raker ini dengan didampingi Wapres Boediono. Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalhi, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Mentan Suswono, Menristek Gusti Muhammad Hatta, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua KEN Chairul Tandjung, dan Kepala BKPM Chatib Basri. (dit)



0 komentar:
Posting Komentar