photo SKMENPEN.gif

Jumat, 15 Juni 2012

Presiden America MR,Barack Obama hasil survai mendapat 62 persen.





Sebuah jajak pendapat baru internasional menunjukkan bahwa Presiden AS Barack Obama dan kebijakannya lebih baik dihormati di Eropa daripada di dunia Muslim.




Yang berbasis di Pew Research Center melakukan survei terhadap orang yang tinggal di 21 negara dan menemukan bahwa sikap terhadap AS umumnya lebih positif sekarang daripada tahun 2008, ketika Obama terpilih. Pusat ini mengatakan, perbaikan terbesar dalam citra Amerika telah terjadi di kalangan orang Eropa, tapi itu di sejumlah gambar "strategis"
Survei menemukan sebagian besar dari Eropa tetappercaya diri dalam Obama dan menyetujui kebijakan-kebijakannya, dan yang telah diterjemahkan ke dalam dukungan yang cukup besar untuk tawaran kembali menjadi presiden tahun ini. Survei tersebut juga menemukan dukungan yang luas untuk Obama dan dukungan ini di Jepang dan Brasil.

Tapi kurang dari 30 persen dari mereka yang disurvei di Mesir, Tunisia, Turki dan Yordania mengungkapkan kepercayaan di Obama, dan ada sedikit antusiasme di Timur Tengah untuk masa jabatan kedua sebagai presiden, dengan mayoritas di Mesir, Yordania dan Lebanon menentang ulang nya -pemilihan.


Namun, Obama menerima persetujuan peringkat lebih tinggi dari pendahulunya, George W. Bush, baik di Eropa dan di negara-negara mayoritas Muslim.

Survei Pew juga menemukan di seluruh dunia mendukung konsep Presiden Obama meningkat ide pesawat tak berawak, yang dikenal sebagai drone, untuk membunuh tersangka teroris. Dalam 17 dari 20 negara, lebih dari setengah dari mereka menanggapi menyetujui serangan pesawat tak berawak di negara-negara seperti Pakistan, Yaman dan Somalia.

dan serangan pesawat tak berawak tersebut disetujui oleh 62 persen orang Amerika.

Dalam temuan lain, mayoritas responden, terutama di Eropa, seakan Cina telah mampuhmenyusul Amerika Serikat sebagai kekuatan utama ekonomi dunia.

Pew Research Center mengatakan lebih dari 26.000 orang ambil bagian dalam survei yang dilakukan dari tanggal 17 sampai 20 April.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)