photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 02 Juni 2012

Clinton Says Russian Arms Sales to Syria Raise Concerns

OSLO, Norwegia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak memasok senjata kepada pemerintah Suriah untuk melawan lawan. Menlu AS Hillary Clinton mengatakan penjualan senjata Rusia ke Suriah adalah dari "keprihatinan serius" dan bisa menimbulkan perang saudara.



Presiden Putin mengatakan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa Rusia tidak mendukung sisi dalam apa yang disebut "sangat berbahaya" situasi di Suriah. Setelah pembicaraan di Berlin, ia mengatakan Rusia "tidak memberikan senjata yang dapat digunakan dalam konflik sipil."

Pemerintah Rusia telah lama membela penjualan terus senjatanya ke Damaskus, mengatakan pasukan Presiden Bashar al-Assad memiliki hak untuk melindungi diri terhadap pemberontak yang Damaskus mengatakan sedang disediakan oleh Qatar dan Arab Saudi.

Menlu Clinton mengatakan senjata Rusia telah membantu Presiden Assad menahan tekanan internasional untuk mengundurkan diri setelah 15 bulan kekerasan.

"Kita tahu bahwa telah terjadi perdagangan senjata sangat konsisten bahkan selama tahun lalu kekerasan di Suriah datang dari Rusia ke Suriah. Kami juga percaya bahwa pasokan berkelanjutan senjata dari Rusia telah memperkuat rezim Assad," kata Clinton. "Apa mereka senjata yang digunakan untuk kita tidak dapat berbicara dengan akurat. Tapi fakta bahwa Rusia terus mempertahankan perdagangan ini dalam menghadapi upaya oleh masyarakat internasional untuk menjatuhkan sanksi dan untuk mencegah senjata lebih lanjut mengalir ke rezim Assad dan khususnya militer Suriah telah menimbulkan kekhawatiran serius di pihak kita. "

Kanselir Merkel mengatakan ia dan Presiden Putin baik mendukung solusi politik, dengan karya PBB dan Liga Arab utusan Kofi Annan sebagai titik awal. Presiden Putin mengatakan ia yakin ada kemungkinan bahwa mediasi Mr Annan dapat bekerja, tetapi membutuhkan apa yang disebutnya "tingkat tertentu profesionalisme dan kesabaran" peringatan bahwa "tidak harus dilakukan dengan kekuatan dan diharapkan memiliki efek instan."

Menlu Clinton membahas konflik di Suriah dengan para pejabat pemerintah Norwegia di Oslo Jumat. Dia mengatakan "oposisi yang sangat kuat" dari Rusia sehingga sulit untuk membuat sebuah koalisi internasional terhadap Presiden Assad.

"Posisi mereka untuk mengklaim tidak mengambil posisi ini tentunya dilihat dalam Dewan Keamanan, di Damaskus, dan di tempat lain sebagai posisi mendukung kelangsungan rezim Assad," kata Clinton. "Dan jika Rusia siap, sebagai ucapan Presiden Putin tampaknya menunjukkan, untuk bekerja dengan masyarakat internasional untuk bersama-sama untuk merencanakan transisi politik, kita pasti akan siap untuk bekerja sama.

Dia mengatakan Amerika Serikat adalah melihat ke depan untuk menemukan cara untuk bekerja dengan Rusia untuk mengakhiri kekerasan dan mendukung rencana Annan. Tanpa dukungan Rusia, katanya, Annan tidak dapat memperluas mandatnya untuk mendorong Damaskus untuk menghadapi apa yang dia sebut bahaya mengerikan di Suriah.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)