Presiden mengeluarkan lima kebijakan penghematan energi nasional, mencakup konversi BBM ke BBG, pengendalian penggunaan BBM bersubsidi, dan penghematan besar-besaran
yang dimulai di instansi pemerintah. Penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi akan ditindak tegas, kata Presiden SBY dalam pidato Pelaksanaan Penghematan Energi Nasional, di Istana Negara, Selasa (29/5) malam. Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudho Yono,seharusnya disambut baik oleh semua eleman dan dilaksakan,oleh sebab apa yang disampaiakan Presiden SBY sebenarnya memiliki kumulian,demi penyelamatan apa yang saat terlihat mungkin semua tahu bagaimana kondisi Indonesia boleh dibilang keberadannya memang harus seperti itu dan bilah semua elemen menerimanya dengan baik "jangan setengah hati?" artinya "apalagi sampai masuk kuping kanan keluar kuping kiri" seandainya ada yang seperti ini baik dia seorang pejabat atau pun seorang pemikir dan juga pakar ini sudah sangant terlalu.Pengamatan Penulis memang keadaan saat ini posisi Indonesia musti banyak belajar Menghemat dan mandiri,artinya berangakat dari keprihatinan biasanya kedepanya akan menjumpai kebahagian,"Inilah ujian Indonesia saat ini." Pertanyaannya mampukah diantara indifidu bisa menerima semua ini,?dan mampukah menoleh kebelakang sebenatar meliahat bagaimana keberadaan masa lalu sebelum Negara ini Merdeka bagaimana para pejuang dahulu yang siap dengan keprihatinannya,"meskipun disaat itu hidup penuh dengan serba kekurangan dan ketertinggalan namun apakah mereka pernah menyerah jawabnya tidak.Jika ya."Mana lebih baik kehidupan saat itu dengan sekarang stidaknya jawabnya sekarang lebih baik, oleh sebab Negara sudah dimiliki Indonesi,dan kemajuannya pun sangantlah pesat ditambah lagi dengan berbagai kecangihan teknolgi dan sebagainya ini semua dirasakan oleh para genarasi saat ini sementara mereka telah pergi mendahului kita dan tidak sempat merasakan artinya kemajuan yang dirasakan oleh genarsi jaman ini,dan mereka pergi memberikan semuanya buat genarsi jaman ini,Bolekah jka penulis mengajak sebentar berpikir,seandainya negri ini bukanlah Indonesia "seperti apakah? dan seandainya Indonesia belumlah merdeka seperti apakah? Mari kita bayangkan bersama.Selanjutnya apakah kepaitan saat ini sudah seperti jaman dahulu tentu jawabnya tidak.Jika tidak mengapa gemaerasi jaman ini belum banyak berbuat buat Negara tetapi sudahlah mau menyepelekan Negara,"pernakah kita pumya malu terhadap para penadahulu yang telah membuat Negara ini ada yang kini telah pergi mendahulu semua?" mari selayaknya semua harus belajar merenung dengan penuh keiklasan menatap mereka dan bersujud sekaligus memuji syukur atas segala semua ini berkat kegigihan dan keprihatinan juga ketabahan demi berdirinya Indonesia. Terlepas semua itu mari semua setiap indipidu melihat dengan kejuuran apa yang ada didepanmata semua ini adalah jelas lebih baik dari segalanya bahkan segala yag anda inginkan semua bisa didapat,pernakah setiap indipidu bersyukur? atau kita telah melupakan 69 tahun yang lalu?atau mungkin generasi yang sekarang tidak tahu? nah mari semua kembali melihat bagaimana sesungguhnya Indonesia 69 tahun yang dengan sekarang jelas tidak sama? namundemikian janganlah pulah melupakan 69 tahun yang silam sehingga semangant untuk memancangkan Merah putih di belahan dunia terlunturkan oleh sebab hal-hal yang sangant lokal."artinya tidak perlu semua harus luntur oleh sebab pergolakan yang bersipat interen dalam negri akhirnya harus meruntuhkan sang saka merah putih." Maaf penulis terlalu mengebuh,dan tulisan ini bukan berart penulis mengajak hidup mundur namun demikian hanya agar bisa mengenang dan selanjut direnungkann setelah itu melihat kedepan Indonesia milik siapa? dan untuk siapa? dan mau bagaimana? didalam pepatah di negara manapun semua tidak akan berberda,disana jelas berbunyi setiap warganya harus patuh kepada pemimpinya.Dan didalam kitab apapun disana berbunyi hormatilah Ibu dan Bapamu, dan patuhilah pemipin di Negaramu,hal ini semua tersurat baik didalam budaya maupun didalam kitab."Pertanyaannya masikah kita berbudaya? Masikah kita Beragama? dan masikah kita merasa sebagai warga Negara Indonesia? Jawbanya Ya. saya Warga Indonesia."Jika anda warga negara Indonesia so pasti anda harus patuh Kepada Pemimipin Indonesia."Jika anda beragama harus juga patuh dengan ajaran yang diberikan. Nah "Mengapa saat ini Pemerintah meberikan Kebijakan harus ragu- ragu melaksanakannya." Harapan Penulis semoga Himbauan Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono ole semua elemen dapat dilaksakan.semoga.


0 komentar:
Posting Komentar