Bangkok, Thailand: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara pembukaan World Economi Kamis, 31 Mei 2012, 17:25:58 WIB
Kunjungan Kerja di Bangkok
Presiden Hadiri Pembukaan World Economic Forum on East Asia
di Plenary Hall, Hotel Shangri-La Bangkok, Kamis (31/5) sore. WEFEA tahun 2012 mengambil tema 'Shaping the Region's Future through Connectivity'.
Pendiri dan Ketua WEF, Klaus Schwab, memandu pembukaan WEFEA 2012 yang diawali dengan pidato pembukaan dari Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra. Lalu, dilanjutkan penyampaian pandangan-pandangan dari Kepala Negara/Kepala Pemerintahan yang hadir.
Presiden SBY menyampaikan pandangan tentang kerja sama di kawasan Asia Timur, pembangunan ekonomi di kawasan ASEAN, dan percepatan ekonomi yang ditumbuhkan di kawasan.
"Saya ingin mengingatkan bahwa masa depan kawasan yang kita tuju sebenarnya bukan hanya sasaran ekonomi, tetapi juga kawasan yang damai dan stabil, kawasan yang ekonominya tumbuh kuat, serta memiliki harmoni dan persahabatan antarperadaban. Kalau kita bicara konektivitas regional, maka yang kita bangun ini harus memiliki pengaruh kepada tiga hal tadi," ujar SBY. Ketiganya, menurut Presiden SBY, sangat penting dan tidak dapat dipisahkan.
"Pengertian kawasan, tentu kami akan bicara tentang ASEAN, tetapi juga berkembang di kawasan ini arsitektur-arsitektur baru yang tidak saling bertentangan tapi saling melengkapi. Sebagai contoh, kita semua mengenal ASEAN, ASEAN baru sekarang ini, tetapi kita juga mengenal East Asia Summit yang tahun lalu di Bali kita bertemu sepuluh pemimpin ASEAN, ditambah dengan delapan pemimpin yang lain, yaitu dari Tiongkok, Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Rusia, dan Amerika Serikat. Dengan demikian, kalau kita bicara konektivitas kawasan, ekonomi regional sekarang ini, tentu kita lihat dua-duanya secara terintegrasi, ASEAN dan kemudian East Asia Summit," SBY menjelaskan.
Sementara mengenai Intra-ASEAN, lanjut SBY, para pemimpin terus meningkatkan konektivitasnya. "Kita sudah punya masterplan di ASEAN untuk mempercepat dan memperluas pembangunan konektivitas. Kami, sepuluh negara ASEAN, memadukan potensi kami, sumber daya kami agar pembangunan konektivitas ini dalam jangka 5-10 tahun sudah benar-benar bisa mengangkat ekonomi di kawasan ini," tambahnya.
Menurut Presiden SBY, kawasan ASEAN akan terus meningkatkan konektivitas di bidang transportasi dan perhubungan, kepariwisataan, ketahanan pangan, energi, dan perdagangan. Kemudian juga investasi yang saling menguntungkan, telekomunikasi dan informasi, jasa perbankan, pendidikan, kesehatan, research development and innovation, serta media dan sosial media.
"Itulah agenda yang sekarang sedang dijalankan oleh negara-negara di kawasan ini, untuk sekali lagi membawa pertumbuhan yang lebih kuat, berkesinambungan, dan pertumbuhan yang seimbang di kawasan ini, seraya memastikan bahwa ekonomi masing-masing negara juga memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang positif," lanjut SBY.
"Mengapa saya berikan contoh apa yang menjadi prioritas kami, karena konektivitas di kawasan ini akan berkembang manakala antarpemerintah itu memiliki policy coordination. ASEAN punya strategi, policy, dan masterplan. Namun demikian, harus ada sinergi dan sinkronisasi dari segi policy masing-masing negara di kawasan ini," tegas Presiden SBY.
Hadir pada pembukaan WEFEA 2012 antara lain, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, PM Laos Thongsing Thammavong, dan Head of Asia WEF Sushant Palakurthi Rao. Sementara Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Wakil Menteri Pertanian Rusman. (osa dan AL)


0 komentar:
Posting Komentar