photo SKMENPEN.gif

Minggu, 18 Maret 2012

Bedah Otak Bisa Sembuhkan Penderita Ayan

Sebuah penelitian baru menekankan manfaat pengobatan penyakit ayan dengan bedah otak jika kondisi penderita tidak membaik dengan obat anti-epilepsi

Denise Harris, 39, yang menderita ayan sedang dipantau di Rumah Sakit Pusat Universitas New York sebelum menjalani bedah otak untuk mengurangi kejang-kejang yang kerap dialaminya.
Denise Harris, 39, yang menderita ayan sedang dipantau di Rumah Sakit Pusat Universitas New York sebelum menjalani bedah otak untuk mengurangi kejang-kejang yang kerap dialaminya.

Sebuah penelitian baru menekankan manfaat bedah otak bagi penderita ayan jika keadaan penderita tidak membaik dengan obat anti-epilepsi. Pasien yang dioperasi segera setelah terbukti obat tidak efektif biasanya tidak lagi mengalami kejang-kejang.

Penelitian tersebut melibatkan penderita ayan jenis mesial temporal lobe epilepsy (MTLE) yang umumnya kebal obat. Operasi adalah sebuah pilihan, bahkan sebenarnya, ini telah digunakan selama lebih dari 100 tahun.

Tetapi, menurut Dr. Jerome Engel, Jr., kepala Pusat Gangguan Epilepsi di University of California Los Angeles (UCLA), hampir semua penderita ayan yang tidak tertolong dengan obat tidak mau dioperasi, atau mereka menunggu terlalu lama sebelum mencobanya. “Fakta yang menyedihkan adalah para pasien yang dirujuk untuk operasi saat ini –jumlahnya cukup kecil, dengan rata-rata 22 tahun sesudah menderita epilepsi, waktu yang sudah terlambat untuk membuat hidup mereka berbeda,” kata Dr.Jerome Engel.

Dr. Engel mengepalai penelitian baru bagi pasien yang dioperasi dalam dua tahun sesudah terbukti bahwa obat-obatan saja tidak akan menyembuhkan.

“Setelah kami mengoperasi pasien, 85 persen pasien yang ikut dalam penelitian ini tidak lagi mengalami kejang-kejang. Tidak ada pasien yang melanjutkan penggunaan obat, terbebas dari kejang-kejang. Terdapat kemajuan besar secara statistik dalam kualitas hidup pada pasien yang dioperasi,” paparnya.

Dibandingkan dengan penggunaan obat anti-epilepsi, kerusakan daya ingat kadang-kadang menjadi efek samping operasi yang pada dasarnya melibatkan pengangkatan satu bagian otak.

Tetapi, penelitian ini masih terlalu minim untuk menyimpulkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun, Engel mengungkapkan, walaupun berdampak pada daya ingat, operasi tetap lebih menguntungkan dengan meningkatnya kualitas hidup yang bebas kejang-kejang.

Engel mengatakan hasil penelitian ini akan mendorong dokter untuk mempertimbangkan operasi sebagai alternatif pengobatan.

“Kami berharap bisa menggunakan penelitian tersebut untuk memperkenalkan kepada umum bahwa seharusnya tidak ada penundaan dalam merujuk pasien untuk operasi. Tetapi tidak hanya itu, pasien yang terus kejang-kejang berisiko mengalami berbagai jenis masalah pada kemudian hari, termasuk kematian dini,” paparnya lagi.

Engel mengatakan hanya sekitar satu persen penderita ayan di Amerika mendapat manfaat dari operasi dirujuk ke pusat-pusat speasialis perawatan epilepsi. Ia mengatakan operasi digunakan luas di seluruh dunia. Ia merujuk pada contoh di Brazil, di mana para pejabat berpendapat bahwa biaya operasi dalam perawatan epilepsi lebih murah dibandingkan dengan biaya yang berkelanjutan untuk mengobati kejang-kejang.

Laporan penelitian Dr. Jerome Engel, Jr., mengenai operasi epilepsi tersebut diterbitkan dalam jurnal Asosiasi Medis Amerika, “JAMA.”

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)