photo SKMENPEN.gif

Selasa, 20 Mei 2014

"Untuk Apa Isu Sarah Beredar Di Basis Kalangan Muslim?" (Oleh Andri Luntungan)








"Untuk Apa Isu Sarah Beredar Di Basis Kalangan Muslim?" (Oleh Andri Luntungan)

"mungkin anda jika terkena isu yang berbau sarah bisa tersingung mungkin juga bisa kesal,seperti halnya pada saat pemilihan presiden di Indonesia,basis islam di tasikmalaya sepertinya telah mnerima suara burung yang bunyinya bahwa jokowi calon presiden dari PDI perjuangan katanya beragama Kristen,suara ini menyebar di berbagai kalangan warga di perdusunan di Kabupaten tasikmalaya."Sandainya isu ini dibiarkan tidak menuntup kemungkinan akan bisa menengelamkan pamor jokowi.Tidak jauh berbeda disaat Demokrat akan mencalonkan Presiden pernah juga diisukan bahwa Istri Calon dari Presiden Adalah beragama Kristen.Persoalannya mengapa Indonesia yang berbudaya dan memiliki etika juga sopan satun bisa berpolitik tidak sehat artinya mereka jika bersaing tidak mengunakan konsep masa depan justru mereka mengunakan politik sarah atau menghancurkan orang dengan isu yang tidak wajar,"mungkin para politisi Indonesia melihat Indonesia mayoritas beragama Islam akhirna dengan mencari jalan pintas parapetualang calo politik melempar isu seenaknya.Seperti menuduh jokowi kristen,menuduh Demokrat Kristen,"seharusnya isu seperti itu tidak perlu dilontarkan dan bisa membuat perang batin,artinya orang yang mungkin kebetulan tidak menganut seperti apa yang dikatakan dalam suara burung itu tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya,Cara mereka sepertinya ingin membuat jokwi agar tidak didukung kalangan Muslim atau cara mereka menyebarkan berita burung agar jokowi dikalangan orang islam menjadi terpuruk."Pertanyannya sampai kapan permainan sarah akan berlaku di Indonesia dan sampai kapan juga sifat tidak negarwan akan berlaku dikalangan politisi Islam bisa berlaku,seandainya anda punya konsep mengapa harus membuang isu yang tidak wajar buat kalangan ortodok,dan kalangan marjinal,kalangan ortodok atau warga dusun dipelosok biasanya jika mendapat isu mereka tidak menyaring lagi langsung ditelan dan terkadang mereka langsung anti pati terhadap orang yang diisukan itu."Dari politik di Indonesia tidak ada perubahan mereka hanya bisa memfitnah,seharusnya jika anda seorang politisi harus punya konsep masa depan buat negara dan bisa juga menyatukan  bangsa bukan membuat bangsa menjadi terpecah belah," Apa anda  seorang negarawan dan pelindung kemanusiaan,? dan membela warga,? Jika anda pelindung kemanusiaan apa pantas menyeberkan isu yang membuat bangsa menjadi terbelah,seperti isu Islam dan Non islam."ingant basis Islam di Tasikmalaya jika mendengar para pemimipinya bukan dari kalangan itu,mereka anti pati dan hal ini bisa juga mereka mengirim surat diberbagai daerah seantero,dan akhirnya calon yang datangnya dari kalangan non islam akan tidak mendapat dukungan,bisa dikaakan dengan sendirinya kempes.Pertanyaannya apa pantas isu seperti itu berlaku di Indonesia,? dan apa dibenarkan segala isu yang tidak pantas beredar,? dan apa dibenarkan oleh Undang-undang memperbolehkan  permaianan isu sara dilakukan oleh segala kalngan politik dengan mengunakan cara seperti itu.?.Jika t tidak saya setuju.Dan siapa yang harus menangkap mereka jika ada isu seperti itu.?.Polisi,KPU, Koramil,atau siapa?.. Lepas dulu persoalan isu, sarah,sekarang kita beralih pada para politisi,yang sekarang sedang bertarung dalam merebut korsi kepresidenan,dimana anda sekarang berpikir,?.apa konsep masa depan anda buat perlindungan bangsa dan Negara,juga perlindungan kemanusiaan,apa didalam konsep anda tercantum,apa yang anda perbuat setelah menjadi presiden,Penegakkan HAM,Mengungkap penculikan aktifiis juga memberantas korupsi,dan berbagai pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia,juga Adakah konsep Teritorial melindungi bangsa dari sabang sampai mauroke,artinya jangan sampai ada bangsa bisa dibunuh dengan sia-sia oleh orang yang tidak bertanggung jawab.?.Setelah itu seperti anda membangkitkan ekonomi dari yang sudah baik dibuat lebih baik,artinya perekonomian Indonesia yang sudah menjadi 10 besar ddunia,saat ini bisa anda usuhakan bisa menjadi lebih baik.Artinya bukan menyebar isu yang tidak wajar tetapi seharusnya menyebarkan program disetiap masyarakat sebuah cita -cita anda jika nanti anda terpilih.Pengamatan penulis sejauh ini anda sebagai para calon presiden belum sempat memberikan konsep kepada masyarakat ,dan masyarakat belum tahu apa maksud anda menjadi prsiden,artinya bukan hanya berkoar-koar -koar dimedia bahwa anda akan memperjuangkan bla-bla,tetapi kenyataannya konsep anda belum ada keterima oleh masyarakat.Dan apa anda akan membangun juga segala sarana Ibadah,apa itu masjid,Pure,kelenteng Gerja dan tempat sarana Ibadah lainnya. Okey pertanayaan itu tidak perlu dijawab tetapi disini penulis hanya bisa mengatakan bahwa isu sara islam non islam adalah sudah tidak layak,apa nanatinya jika anda didukung orang islam terus anda akan membuang orang kristen,hindu,budah dan agama lainya,?.Atau mungkin jika anda mendapat dukungan dari islam anda akan mendapat bantuan dari Negara arab buat membangun Indonesia sehingga anda menganggap keberadaan orang kristen tidak berarti di Indonesia ini?.. NKRI yang beragam dan majemuk tidak perlu ada isu seperti itu,Indonesia Merdeka Berkat dukungan Berbagai eleman ada Agus Salam dari Katolik,ada Hos Cokro Aminoto Dari SI, Dan berbagai kalangan agamwan lainya turut hadir membantu buat merdeka Indonesia lantas buat apa isu sarah harus disebarkan.sementara Indonesia bisa besar oleh sebab dari segala kalangan artinya berdirinya PPKI,adalah untuk menjadikan Indonesia merdeka,lantas jika sudah disatukan dalam Ikatan NKRI dan Pancasila,buat apa  ada isu seperti itu beredar di kbupaten Tasikmalaya.?atau di Indonesia,apa kepentingannya isu seperti itu disebarkan.?.Penulis kemabali mengingantkan,Hos Cokro Aminoto tidak pernah berbeda paham dengan H Agus salim,Hos dan Agus selalu bersama dan mereka bersama KI Hajar dewantoro,dan Kusno selalu membuat konsep kebersamaan,disana akhirnya ada Pancasila. Oke lupakan dulu sekelumit sejarah,tetapi disini penulis mengigantkan hati -hati anda menjadi orang partai jika belum memahami sejarah,partai. Partai  boleh ada di Indonesia tetapi ingant tujuan anda membuat partai bukan buat memecah belahkan bangsa,tetapi harus bisa memper erat kesatuan bangsa dan Negara. Yang utama adalah Negara NKRI harus tetap utuh,artinya semua partai harus bisa menjaga keutuhan Indonesia dari tangan nakal dan pikiran nakal yang mencoba merobek-robek keindahan indonesia dari bumi seantero ini.Semoga.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)