Konstalasi politik,atau keadaan para pemimpin partai bisa dikatakan seperti labil untuk menjagokan para Kadernya membuktikan bahwa kader
mereka dibahwa seperti dianggap tidak memiliki akar yang jelas,artinya mereka speprti tidak yakin bilah mereka mencalo kan dirinya.akhirnya mereka harus berkoalisi atau mencari dukungan dari pengerak partai lainnya,hal seperti ini tidak mencerminkan sikap demokrasi dan jiwa kenegarawanan. Jika benar hal seperti ini ada,dan terjadi setidaknya para pendukung mereka menjadi kecewa. seharusnya jika mereka sebagai pemimpin partai jangan mudah tergoyahkan seandainya dalam pemiliu mereka kecil mungkin saja baru sebatas mereka tidak simpatik pada calek DPRD atau DPR_RI,tetapi dari segi pencalonanan Presiden jika diantara partai punya calon yang layak dimata masyarakat tidak menutup kemungkinan mereka bisa laku dan bisa juga menang,artinya pemilihan presiden tidak sama dengan pemilihan angota DPRD-DPR_RI."Buktikan dulu bahwa calon yang anda miliki ditawarkan buat presiden menang atau kalah tergantung siapa yang akan ditampilkan,selama di adakan poling semua partai yang saat ini ditampilkan secara jujur poling yang ditawarkan nama yang ada dalam koran -koran itu ternyata tidak satu pun Masyarakat yang mau mengisi dan sepertinya para calon presiden itu hanya laku dikalangan kelompoknya saja tetapi dimata masyarakat semua juga tidak ada yang suka.Disini membuktikan mereka masih berharap kepada pamerintah yang pernah berkuasa bisa menampilkan calonnya.Sejauh ini penulis melihat bahwa partai di Indonesia belum tarung sudah menyerah artinya mereka baru katanya permaianan lembaga surfay sudah mundur."masyarakat tidak melihat partai tetapi mereka melihat calon yang disukaui,seperti PDI Perjuanagan siapa akan menyangka jika disaat Jokowi ditampilkan akhirnya bisa mendongkrak kepercayaan masyarakat.seharusn PAN,PPP bisa bercermin Pada PKB.Begitu juga demokrat.seharusnya tidak perlu gentar dan seharusnya disaat seperti ini mampuh bangkit dari segala kesendiriannya."Seperti PDI dikala itu sedang sendiri dia bertahan dan tidak menajadi pesimis dan mereka tetap konsisten dengan keberadaannya.seharusnya Golkar dan Demokrat bisa bersama-sama saling bergandeng tangan untuk membuka jalan.Tetapi melihat seperti ini mengapa paratai yang dahulunya bersama hanya dengan di hancurkan oleh PKS,PAN Pergi PPP pergi PKB Pergi.Dan Golkar sendiri saat ini tidak konsisiten terhadap demokrat."Oke setidaknya ini adalah cerminan artinya koalisi,mereka berteman tidak langgeng hanya sebatas sedang menguber jabatan dan kepentingan mereka menempel tetapi jika dlihat temananya mulai terkulai mereka dengan senyum lebar meninggalkannya." Pengamatan penulis dahulu Demokrat telah mendapat dukungan begitu besar dari luar partai,seperti Golkar,PPP.PAN.PKS.dan partai kecil lainnya ada di Demokrat,pertanyaanya sekarang mereka semua dimana? mengapa ketika Demokrat dalam keadaan seperti ini mereka seperti tidak ada jiwa membantu,atau minimal mereka tetap bertahan.meskipun dalam keadaan seperti ini."Maaf jika penulis boleh berkata bahwa bangsa Indonesia hanya mau berteman pada orang yang sedang pouler,atau disaat dia akan terlihat menjadi orang besar mereka sibuk berkerumun disana tetapi ketika teman akan hancur mereka seperti membiarkan begitu saja,apa benar seperti itu.?" Okey semua sudah terjadi disini penulis hanya bisa mengingantkan kepada Demokrat,Ingat bahwa berteman harus hati-hati."Terbukti ketika anda partainya besar mereka seperti melihat gula,semua semut datang mengerumuni partai anda tetapi apa yang terjadi ketika anda terlihat katanya partai menjadi kecil suaranya mereka dengan tenang meninggalkan anda begitu saja. Dan saya melihat seperti ini jelas turut prihatin terhadap kejadian ini tetapi saya yakin cita-cita anda sebgai paratai yang selalu tatat akan Hukum akan menjadi digemari kemablai artinya disaat ini mereka yang sedang gelap dengan perbuatan tidak baik mungkin belum sadar dan mereka mengadakan perlawanan dengan cara membuat kempes partai,akhirnya mungkin saat ini katanya partai Demokrat menurun dratis,oleh sebab banyak para petinggi mungkin menjadi musuh.Penulis melihat semua kjadian bahwa saat ini masyarakata sebenarnya sebagaian besar masih tetap mau presiden adalah SBY tetapi oleh sebab aturan hanya dua priode.Tetapi semua belum terlanjur harapan penulis biarkan sementara mereka bereforia dengan segala yang tidak pasti yang jelas Parati Demokrat punya cita-cita mulai menegagakan HAM.Menegagkan HUKUM dan membela yang benar artinya segalanya belum berarti kalah,dan Demokrat masih punya poin besar telah megangkat Indoesia bermartabat,dan diakui mata dunia adalah terbaik.Buat yang korupsi mungkin itu indifidu tetapi ingant bahwa partai demokrat tetapi diakui dunia sebgai patai yang mendahulukan kepentingan banyak dibandingkan kepentingan sendiri.


0 komentar:
Posting Komentar