photo SKMENPEN.gif

Jumat, 09 Mei 2014

"KPU Tidak Punya Nyali Buat Membuka Kotak Seuara Kembali Secara Nasional Ada Apa.?"







"KPU Tidak Punya Nyali Buat Membuka Kotak Seuara Kembali Seacra Nasional Ada Apa.?"



"Spertinya Perhatian terhadap dugaan bahwa suara hasil pemilu 2014,yang begitu ramai dituntut,oleh banyak kalangan agar semua kotak kembali dibuka secara national akhirnya oleh pihak KPU dan Panwaslu juga MK,tidak digubris,dan ditambah kalangan profersor DR,tambah mahasiwa serta Pengamat,dianggap anjing mengongong kafila berlalu,instilah punjaga." Indonesia Sepertinya KPU dan Panwaslu juga MK,tidak peka kupingnya mendengar himbuan mereka, dan justru yang dibahas bukan masalah kotak suara yang diminta dibuka tetapi mereka lebih suka beralibi yang tidak-tidak dan bertele-tele,seharusnya KPU-Panwaslu Juga MK,bisa mendengar apa yang diminta masyarakat seluruh Indonesia "bahwa mereka minta agar kotak suara di buka kembali secara nasional siap atau tidak,bukan menjawab yang tidak perlu, Saran agar KPU segera membuka kotak datang tidak hanya dari kalangan masyarakat se indonesia,tetapi datang dari kalangan Profesor DR,mahasiswa juga pengamat,ditambah Media lokal Indonesia yang mengatakan bahwa Pemilu 2014 diduga penuh dengan ketidak beresan juga kecuranagn berada didalam pemilu tersebut."Mungkinsampai saat ini masyarakat akan bertanya-tanya kenapa KPU-Panwaslu MK,tidak berani membuka kotak suara secara nasional,sepertinya mereka menyadari bahwa pemilu itu penuh dengan rekayasa sehingga ketika masyarakat se Indonesia minta agar kota segera dibuka kembali secara nasional mereka takut ketahuan segala ketidak beresan dalam pemilu itu.?" Kerasnya KPU -Panwaslu MK,mempertahankan tidak berani membuka kotak suara secara national semakin memperkuat indikasih kecurangan disana dan masyarakat akan memiliki rasa dendam terhadap keinginan mereka tidak terkabulkan."seandainya nantinya masyarakat seindonesia punya rasa kesal dan nantinya mereka akan marah oleh sebab suara yang ditampilkan saat ini atau nanti malam adalah dugaan mereka palsu dan tidak sesuai dengan aslinya setidaknya mereka akan ada perhitungan dikemudian hari terhadap KPU dan terhadap Panwaslu juga MK dan PPK -PPS dan yang lainya tidak menutup kemungkinan mereka juga akan bisa marah terhadap yang lainnya atau mereka akan bisa membabi -buta terhadap semua yang terlibat dalam permaian itu akan menjadi sasaran mereka. "Jika benar nanti semua itu akan terjadi setidaknya siapa yang harus bertanggung jawab.?". Perkiraan ini oleh penulis bisa akan terjadi oleh sebab bangsa diseluruh daerah kesal melihat bahwa hasil laporan PPS dan PPK juga KPU daerah semua terjadi rekayasa,cetus kusnanto dari kelaten,juga tersiem dari solo,dan pardi dari semarang,ditamabah wandi asal lampung,karno dari pasar senen,akiam,dari kebon jeruk,wanto  dari sidoharjo,acong dari lapangan banteng.muhdi dari bandung.harisudin dari sumtra barat,juga sihombing dari medan,mereka semua mengatakan seharusnya pihak KPU _panwaslu juga MK, punya telinga."jangan meremehkan keluhan dan permintaan masyarakat Indonesia." Apa yang mereka katakan penulis melihat segala praktek rekayasa hampir benar artinya bahwa mereka merencanakan adanya permaianan itu dirancang cukup lama dan segala permainan diduga berjalan secra berantai apa KPU,LSI,PPS,juga PPK kesnannya sampai juga mengenai kemungkinan pada MK.akhirnya semua sudah seperti gurita yang mencengkram sebua batang tubuh seseorang sehinggga sulit buat bisa dilepas."mungkin artinya seperti pemilihan umum suara yang dibuat itu disetiap dari sudah mendapat juklaknya dan mereka sudah menerima statistik penduduk dan disana merka membuat bagi hasil sesuai keinginan dan dibantu dengan tangan lain seperti LSI dan berbagai tangan raksasa yang ikut andil didalam permaianan itu,ditambah jauh -jauh hari pihak KPU telah masuk orang -orang yang mungkin didalamnya sudah terlatih dalam permainan dan mengibuli suara akhirnya permaianan suara palsu oleh  mereka dengan berbagai alasan diharapkan harus bisa menang dan dan suara asli diharapkan cukup berada didalam kotak, dan mereka dengan berbagai alibi mencoba membuat keyakinan pada masyarakat -masyarakat agar  percaya.Meskipun itu hanya formalitas belaka. "melihat seperti ini spertinya semua sudah seperti sejalan dalam permainan itu dan mereka sekarang telah terbuai dengan rayuan -rayuan palsu dan juga tipuan-tipuan palsu,seperti sekarang masyarakat terpecah dalam 4 bagain,ada pro pada A.B,C.D.Bagi yang pro,dia pasti hanya bisa diam membisu,atau sambil diam disana dia siaga menjaga bos,begitu juga bagi yang pro B,tidak jauh berbeda mereka lebih suka hanya memperhatikan dan disana juga diam sambil menjaga bos.begitu yang pro pada C,lebih baik dia pura-pura tidak semua keluhan masyarakat oleh sebab mereka sudah terlanjur dipakai oleh bos.Ditambah juga dengan para pendukung D,terlihat wajah -wajah mereka matanya sibuk melihat kesana kemari dikawatirkan suara ada perubahan mereka waspada terus mengawal suara palsu agara tidak terusik atau dibatalakan. "jika benar seperti ini adanya bagaimana masyarakat harus berada,oleh sebab setiap pemain seperti sudah memiliki berbagai pengawal,KPU,dikawal,Panwaslu dikawal,MK juga sudah dirapat begitu juga para media dan para LSM sepertinya sudah dianggap tidak bisa bergerak dan mereka semua hanya bisa melihat tetapi tangan dan kaki mereka seperti tidak bisa digerakan artinya diam ditempat dan tidak berfungsi lagi."andaikan mereka berfungsi hanya menyaikan lagu -lagu kesukaan mereka tetapi seandainya  lagu lain mereka akan dibayangi oleh bentuk yang meyeramkan atau nantinya bisa dibuat akan sengasara. seperti itu mungkin saat ini yang terjadi didalam pemilu 2014 di indonesia.Mungkin perkiraan penulis disini bisa juga membuat anda tersinggung atau mersa ketir segala permaianan hampir terungkap sebagian kecil,"padahal penulis baru mengerok kulitnya saja belum sampai pada dagingnya seandainya penulis mengupas lebih dalam mengenai kecurangan Pemilu dikawatirkan banyak terkana serangan Gula mendadak atau kaget dan langsung pingsan.disini penulis tetap masih bijak menulis biar hanya kulit saja dahulu tetapi jika suara masyarakat ,Profesor juga Mahasiswa dan pengamat ternyata tidak juga terrealisasi penulis akan mengupas lebih jauh dan persoalan ini tetap akan ditulis lebih lanjut."Mungkin jika Kotak suara dibuka kembali ada yang dirugikan atau ada yang terbakar jenggotnya oleh sebab kecuranagn itu jelas dan ketahuan. "harapan penulis hanya bisa mendoakan buat mereka yang terlanjur berbuat curang dan bermain dengan suara manusia yang dengan iklas memberikan suaranya melalui TPS dengan mengantri dan sabar hanya agar suara mereka sampai pada yang dituju ternyata salah alamat.akhirnya suara mereka hanya terdiam dikotak dan tidak sampai pada alamat orang yang ditujuh.kasihan deh." Makanya kalau mau ngasih suara harus pada kantor pos,atau melalaui SMS,kalau dititpkan di kotak suara belum tentu sampai hai masyarakat indonesia."paham ya,?"..Okey Tuhan melihat segala apa yang telah dilakukan mereka dan seadainya dia menang juga akan ada sebuah petaka buat mereka,tetapi bagi masyarakat yang tulus memberikan suara Tuhan juga tahu dan anda memiliki talenta.Semoga.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)