photo SKMENPEN.gif

Minggu, 02 Maret 2014

Pemerintah Pusat dan DPR_RI Diminta Stop Kridit Plus Dan Lesing.














Masyarakat Indonesia,mulai engan bermitra dengan yang namanya kredit Plus,atau lesing,dimana mereka merasakan bahwa kehadiran para bank palsu itu,sudah meresakan mereka,tetapi mengapa oleh pihak Pemrintah dan DPR_RI,tidak pernah diambil sebuah tindakan,bagi perbankan gelap itu.? Mereka menilai bahwa jika Bank gelap itu terus dibiarkan akan merugikan lebih besar keuangan mereka,yang mana para bank geap itu tidak sesuai dengan aturan resmi bank,"Contohnya,saja orang yang minjam akan dibatalkan  oleh mereka tidak di perbolehkan,dan seandainya mereka akan mengembalikan,uang itu dengan cepat dia harus juga dikenai bungah keseluruhuan,artinya jika anda minjam 4 juta dan menerima hanya 3380.000.anda meskipun baru satu hari atu tiga hari dikenakan membayar sebesar 5600.000.'Bayangkan berapa persen bunga yang anda bayar dan ini terjadi pada semua lesing.yang ada diindonesia,tetapi mengapa pihak BI dan Mentri Keuangan belum berani mengambil tindakan terhadap lesing yang ada di -Indonesia." Keluh dan kesah juga pertanyaan ini tersebar diberbagai daerah kabupaten dan Kota,Jakarta warganya meminta agar segala lesing yang berada di Indonesia ditutup,hal ini dikatakan alex,dan di jogya karta,warga disana juga minta agar perbankan lesing di jajaran kota jogya karta perlu dirobah,hal ini dikatakan  yanto,dan ditasikmalaya,Andri Luntungan, mengatakan semua lesing yang tersebar di Indonesia,bukan bank,terbukti,prilaku mereka meskipun seperti menjual uang tapi,tindakan mereka tidak sesuai dengan aturan main,yang mana disana telah terjadi penyimpangan besar aturan bank, yang mana jika anda coba meinjam baru dua hari anda tetap dikenakan bingah satu tahun,artinya bunga bulanan disana hanya basa -basi,seperti di Kridit PLus,yang terletak di Tasikmalaya,ini terjadi pada saya,cetus andari,saya coba pinjam hari,jumaat dan pada hari sabtu akan dikembalikan bank tutup dan minggu juga sama,dan saya mencoba datang hari  senen,untuk membatalkan pinjaman,ternyata pinjaman yang saya batalkan yang saya batalakan harus mengantikan bunga satu tahun,meskipun baru dua hari,padahal saay ketika hanya mencoba meminjam dengan nilai kredit 4juta,dan saya terima waktu itu 3340.000,dan ketika saya akan membatalakan saya dikenakan membayar 5600.000 rupiah,hanya dalam waktu dua hari kerja.bayangkan berapa bungah yang mereka dapat.? dengan kejadian ini saya hanya bisa berharap kepada aparat berwenang segera bisa mengambil tindakan kepada lesing tersebut. Apa yang dikeluhkan anda sebenarnya terjadi juga pada yang lainnya dan mereka semua menerima oleh sebab terpaksa,dan mereka tidak bisa berbuat banyak,oleh sebab mereka hanya masyarakat biasa. Penilaian semua ini penulis berharap kepada pihak BI dan Mentri keuangan bisa menghentikan semua lesing yang beroprasi di Indonesia.Dan seharusnya Indonesia membatasi segala lesing yang beroprasi,artinya jika Lesing -lesing itu sudah seperti bank,dia harus mengikuti aturan main bank,seandainya dia tidak mengikuti aturan bank yang resmi suda bisa mereka distop oprasinya. semoga.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)