photo SKMENPEN.gif

Senin, 04 Maret 2013

Presiden selalu mengikuti perkembangan politik dalam negeri.

Baru -Baru Ini - Presiden selalu mengikuti perkembangan politik dalam negeri, dan berharap para elit politik dari kelompok tertentu tetap berada dalam koridor demokrasi. Jangan sengaja membuat gonjang-ganjing. "Apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjing negara kita, agar pemerintah tidak bisa bekerja. Saya khawatir akan menyusahkan rakyat kita," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan, pada bagian lain keterangan persnya di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (3/3) pagi, sebelum bertolak ke Jerman. Kalau negara kita dibuat tergoncang dan tidak stabil, lanjut Presiden SBY, tidak baik bagi kehidupan di negeri ini. "Dan tidakkah Tuhan menolong Indonesia dengan keadaan ekonomi yang terjaga ketika negara lain mengalami kemerosotan," Presiden SBY mengingatkan. Perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh harus dijaga bersama. "Jangan sampai perekonomian yang susah payah kita jaga harus terjatuh karena keadaan dalam negeri yang tidak kondusif karena stabilitas politik, sosial, dan situasi keamanan terganggu akibat hiruk pikuk politik yang dilakukan kelompok tertentu," Presiden menegaskan. "Negara kita makin matang demokrasinya, hukum makin tegak, masyarakat jernih berpikir, mereka cerdas dan arif. Oleh karena itu kita jaga dengan sebaik-baiknya keadaan di negeri tercinta ini," SBY menambahkan. Pada kesempatan ini, SBY juga menyinggung soal kasus yang menimpa Anas Urbaningrum. SBY melihat persoalan ini sudah campur aduk antara ranah politik dan hukum. "Saya mengakui akibat dari permasalahan itu memang terjadi guliran masalah dan akhirnya merambah ke ranah politik dan jadi campur aduk antara urusan hukum dan politik," ujar SBY. Mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan, SBY berharap Anas fokus dan bersiap diri untuk menghadapi proses hukum di KPK. "KPK tidak akan menyatakan Pak Anas bersalah manakala nanti dalam proses penegakan hukum sampai di pengadilan Pak Anas tidak bersalah," ujar SBY. Sebagai orang yang pernah berjuang bersama-sama di Partai Demokrat, SBY akan senang jika Anas dinyatakan tidak bersalah. Kasus-kasus yang melibatkan kader PD, lanjut SBY, bagaimanapun membawa kerugian dan menurunkan citra partai. "Mudah-mudahan Pak Anas bebas dari dakwaan dan dinyatakan tidak bersalah, dan membawa kebaikan," kata SBY

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)