
Pertumbuhan Ekonomi bisa besar didalam Negara biasanya bilah Produksi industri yang dibuat dapat terserap 60% ke berbagai negara,atau secara mendasar sumber daya manusia yang ada didalam negara itu mampu meningkatkan bantuan devisa didalam negara itu seperti dia pergi bekerja diberbagai negara dan mampu memberikan masukan uangnya kedalam Negara dimana dia tinggal.Dan Krisis bisa terjadi biasanya oleh sebab kauta uang yang dipegang lebih besar terbuang dibanding dengan yang masuk,seperti halnya warga dalam negara itu mengunakan uangnya buat membeli berbagai produk yang bukan dari dalam negara itu,"sendainya warga didalam negara itu dengan keras membuang uangnya mencapai 70% ditambah belanja Negara yang dibelikan juga bukan produk didalam negara itu mencapai juga 70% sementara yang bisa diterima oleh Negara itu hanyalah 20 % masuk kedalam kauta devisa,berarti Negara itu divisit 50%.hal ini biasanya sering terjadi pada negara yang tidak memiliki Industri ,dan mereka selalu mengunakan produk diluar negaranya. Tetapi bagi Negara yang memiliki Industri yang dibutuhkan oleh warganya dan didalam negara itu bisa menyediakan.setidaknya memiliki problem yang tidak sama."Mungkin bisa dibilang mereka masi dapat memegang uangnya lebih lama,artinya mereka bisa mengunakan produk yang ada dinegara itu dengan kos yang tidak besar dan uang itu pun tetap berputar didalam negaranya,tetapi bagi negara yang tidak memiliki Industri biasanya dia harus mendatangkan atau bisa dibilang membeli kepada negara lain,contohnya kendaraan,alat berat,lanya dan berbagai produk yang tidak ada di dalam negaranya,disana pasti akan ada transaksi apakah produk yang masuk itu dari Asia,Eropa,Timur tenggah atau dari negara lainnya.Seperti halnya Indonesia Yang sudah terlanjur konsumtif terhadap produk yang bukan dibuat didalam Negaranya,atau mungkin apa yang dibutuhkan oleh warganya negara itu belum dapat membuatnya."mungkin produk yang dipakai Warga Indonesia dan para Petani juga pejabat dan Intansi di Pemerintahan semua terbuat dari luar negara itu." Sementara produk yang ada didalam negara itu mungkin masi tetap dan tidak terjual dengan baik didalm negara itu maupun oleh negara lainnya."Indonesia hanya dapat ditopang oleh kekayaan alamnya,yang saat ini masi diminati oleh negara yang masih bekerja sama dengan Indonesia seperti Pertambangan.Mas.Pertamabangan Pasir Besi.Pertambagan Minyak.dan pertambangan -pertambangan lainnya itulah yang mungkin bisa menambah kauta devisa.Persoalannya bukan itu tetapi adalah berapa besar uang yang terbuang oleh konsumtif yang dilakukan warga dan instansi untuk membeli produk diluar dalam negara itu? dan samapai kapankah warga dan Instansi Negara mau terus membuang uangnya buat konsumtif terhadap produk asing tersebut? Dan sampai berapa lama kekuatan pertambangan Negara ini untuk bisa memberikan masukan kauta devisa dalam negara itu. "Selama bangsa Indonesia tetap Konsumtif berapapun Kauta Negara disiapkan tetap nantinya akan tersedot lagi." Warga Negara Indonesia sudah terlanjur manja terhadap produk asing.dan mereka sudah terbiasa hidup kurang bisa menahan uangnya mereka lebih suka bilah memegang uang dibelikan terhadap produk yang di produksi oleh diluar negaranya.Krsis terjadi bukan oleh Sebab Pemerintah tidak mampuh Menganggarkan atau memenit Ekonomi Tetapi oleh sebab warganya kurang bisa hidup mempertahankan uang tetap berada didalam saku atau tersimpan didalam bang Indonesia. "Jangan harap Kauta Devisa negara akan meninggkat." "Pertanyaannya belum bosan kah Indonesia manja terhadap produk asing?" atau bangsa Ini mulai merosot rasa patriotik terhadap mempertahankan produksinya sendiri?atau memang Indonesia bangsanya sudah luntur dengan gaya hidup kesederhanaannya. Berangkat dari persoalan Krisis dan berbagai lunturnya patriotik terhadap fudamental ekonomi didalam negaranya adalah satu persoalan yang besar . oleh karena itu Krisis pasti akan terjadi selama warga dimanapun negaranya tidak bisa menahan uangnya terlepas."Artinya uang itu terlepas terlallu jauh dan sulit untuk pulang kembali. Menghadapi pasar bebas setidaknya semua produk akan masuk dan semua itu sulit untuk dapat dicegah tetapi seandainya anda mampuh menahan uang anda dari godaan produk setidaknya dia akan tidak terlepas dari tangan anda atau lari dari dalam negara ini. Berdasarkan perkiraan sementara Indonesia 85 persen warganya memiliki produk disetiap rumah yang didatangakan dari luar negara itu."Bisa kita Bayangkan" Harapan penulis mengahdapi Krisis setidaknya semua warga negara dimanapun dia dan apa pun nama negaranya harus mampuh memegang uangnya dan jangan mudah terlepas."Dan jangan terlalu dimanjakan rasa foya-foya atau pemborosan yang tidak berarti?" yang terpenting adalah peganglah uang anda sekuat mungkin agar negara anda kauta dan dewisanya tetap dan tidak terjadi devisit,sukur-sukur kauta atau devisa itu menambah dibanding yang ada. semoga.
0 komentar:
Posting Komentar