
Jakarta Indonesia 23 januari 2013 -Jakarta di masa tahun 1960 pembangunannya bisa dibilang memiliki konsep yang sanggant presentatif,contohnya di wilayah pancoran disana pada tahun 1960 terlihat penataan itu begitu sangant sempurna.Dan disana berbagai penopang dikanan dan kiri terlihat begitu menawan, itu ditahun 1960.Tetapitahun berjalan begitu cepat perkebangan kemajuan pembangunan betambah pesat dan tidak tertahan, akhirnya berbagai macam cara dihalalkan atau dijinkan,yang seharusnya didaerah itu tidak boleh berdiri bagunan ternyata dapat berdiri bahkan tidak diukur aspek lungkungannya.Ditahun 1960 dimasa itu kondisi jakarta bisa dikatakan masi banyak rawa dan perkebunan yang berjejer di sekitar pancoran,dan disana pada tahun 1960 bisa diktakan hampir tidak pernah terkena banjir oleh sebab pembangunan yang dibuat mengunakan master flan yang berwawasan lingkungan dan tidak didampingi oleh bentuk bentuk gedung pencakar langit."Dan pada jaman itu mungkin orang menjadi arsitek harus banyak belajar dari belanda atau tamattan dari Ingener belanda." Tahun berganti tidak terasa berjalan begitu cepat dari tahun ketahun pembangunan berjalan begitu pesat dan gedung -gedung pencankar langit hadir membanjiri Jakarta sehingga tak tersa jakarta telah padat oleh bangunan dan sebagainya hingga sulit untuk mencari lapangan luas yang dapat menampung air. Ironis berbagai lahan rawa sebagai penyerapan air dan berbgai pepohonan cemara yang dahulu berjejer disekitar pancoran kini tidak ada,ditambah juga disekitar pancoran saat ini telah berdiri jalan layang dan berbagai bangunan yang membuat daerah itu terlihat seperti sesak.Pertanyaannya sipakah merusak keperawanan jakarta hinga menjadi seperti ini? dan siapa juga membuat tata ruang jakarta hingga menjadi semarawut seperti ini? Kebanjiran Jakarta yang saat ini terjadi "Jika para Arsitektur jaman ini lebih hebat dengan yang terdahulu mengapa bisa menimbulkan banjir.?" secara logika berarti para arsitek di kemtrian Pekerjaan UMum dijaman tahun 90 an dan 2013 harus perlu dipertanyakan.Artinya segala pembangunan yang berdiri di Jakarta segala perijinan keluar dari hasil Surfai " IMB".dan Hasil surfai oleh lembaga berwenang lainnya."Seandainya benar mereka memiliki konsep yang benar seharusnya tidak perlu jakarta harus kebanjiran?" Terlepas semua itu yang jelas semua sudah terlanjur dan penataan kota jakarta bisa dibilang semerawut dan tidak berdasarkan surfai amdal.Artinya bangunan yang berdiri dijakarta bisa dibilang asal asalan.Dan tidak menutup kemungkinan jakarta pada 100 tahun kemedian akan tengelam oleh banjir atau oleh sebab terlalu beratnya beban yang dipikul oleh pulau jakarta,maksudnya semua bangunan yang didatangkan ke jakarta adalah dari berbagai propensi seperti Pasir. besi. dan batu juga aspal dan sebagainya,belum lagi kendaraan berat dan alat-alat berat.Sepertinya dataran jakarta sudah semakin turun posisinya dahulu jakrta masi diatas dari permukaan lautan tapi sekarang jakarta sepertinya sudah hampir sama dengan lautan."Bisa dibayangkan?" apa yang akan terjadi pada dataran jakarta? Untunganya ketika ali sadikin menjadi gubernur dia memiliki Pembangunan Membenteng lautan dari pasar ikan ke celincing. "Seandainya hal itu oleh Ali sadikin tidak dilakukan mungkin Jakarta selalu kebanjiran bahkan mungkin tenggelam." Saat ini jakarta sudah hampir sama ketinggiannya dengan lautan."Dan tidak mungkin juga bangunan yang sudah berdiri harus dibongkar,Bisa kita bayangakan setiap gedung yang berlantai berdiri berapa ton beban itu ditambah lagi dengan konstruksi serba beton dan atap serba besi seadainya satu gedung berlatai memiliki bebaban 1,ton diakli dengan jumblah gedung yang berdiri senadainya 500 ribu unit berarti bebaban yang di pikul sudah lima ribuh ton. lantas sudakah kita pernah mengukur berapa beban daratan jakarta harus diisi? Penulis berkeyakinan Jakarta saat ini yang telah pesat dengan pembangannya juga mobilitas yang begitu besar ditambah dengan jumlah penduduk yang mungkin sudah mencapai dupuluh lima juta jiwa ditambah dengan jumlah bangunan yang berdiri sedah mencapai 3,5 rumah ditambah dengan kendaraan ber masuk ke jakarta mencapai 10 juta kendaraan dan materi berupa pasir batu,besi dan bata,juga genteng dan semen ditambah aspal dan alat alat berat pabrik juga bebaban lanya. Berarti dataran Jakarta saat ini sedang memikul beban diperkirakan Ribuan juta ton materi diatasnya."senadainya Dataran jakarta hanya menerima beban berat seribu juta ton tetapi disisi melebihi itu apa jadinya?" Melihat kebanjiran jakarta disini seharusnya semua mulai berpikir untuk bisa mengurangi beban berat yang dipikul oleh dataran

jakarta. Seperti yang wacanakan bahwa Pusat pemerintahan Jakarta harus segera pindah hal ini penulis sanggant setuju dikawatirkan bilah Pusat Negara ada di Jakarta seandainya jakarta benar-benar terjadi tengelam bagaimana? Penulis melihat bahwa posisi Pusat pemerintahan harus dapat secepatnya dialihakan,artinya bilah nanti jakarta terjadi sesuwatu yang tidak diinginkan minimal pusat pemerintahan selamat. Terlepas semua itu yang terpenting adalah penyelamatan pemerintahan Pusat. Dan seandainya pada waktu membuat Master plan seperti pada tahun 1960 mungkin tidak akan terjadi seperti ini -Semoga
0 komentar:
Posting Komentar