photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 08 September 2012

Sabtu, 8 September 2012, 11:35:44 WIB APEC Harus Lebih Gencar Perjuangkan Visi dan Kerja Sama



Wladiwostok, Rusia: Produk Domestik Bruto APEC telah meningkat lebih dari 2 kali selama 20 tahun terakhir, dan pertumbuhan regional Asia Pasifik lebih baik dari bagian dunia lain, Namun APEC tidak boleh terlena. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kuncinya pada APEC CEO Summit di Plenary Hall Gedung 12, kompleks Far Eastern Federal University (FEFU), Pulau Rusty, Wladiwostok, Rusia, Sabtu (8/9) siang waktu setempat, atau pagi WIB.

"Peringatan akan apa yang akan terjadi ke depan sudah terlihat. Ekonomi global yang tidak pasti, harga pangan yang meningkat, dan ketidakpastian sumber energi, dengan latar belakang ini APEC harus lebih gencar dalam memperjuangkan visi dan kerjasamanya," jelas Presiden SBY.

Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden SBY menjelaskan beberapa pemikirannya. "Pertama, semua bisnis memerlukan aliran barang, manusia, dan jasa, untuk itu kita harus mengakselerasi usaha untuk mendapatkan keterhubungan yang lebih baik," ujar SBY.

"Kedua, APEC harus memperkuat perannya dalam investasi, khususnya dalam pengembangan infrastruktur," terang SBY. Menurut Presiden SBY, tabungan global yang berlebih bisa digunakan untuk membiayai infrastruktur, khususnya di ekonomi berkembang.

Ketiga, APEC harus mengembangkan sistem dan mekanisme peringatan awal, bukan hanya untuk mengatasi efek menular dari krisis ekonomi, tapi juga menghindari menjadi pusat krisis di masa depan. "Ini dapat diperkuat lebih lanjut dengan konsultasi dan kerja sama lebih kuat diantara ekonomi-ekonomi di Asia Pasifik," tegas Presiden.

Pemikiran keempat adalah karena adanya ketidakpastian yang terus menerus pada arsitektur ekonomi global, yang menciptakan kesulitan untuk bisnis, oleh karena itu APEC harus mengembangkan sinergi dan saling melengkapi dengan forum multilateral lain.

Terakhir, ekonomi APEC dapat berkontribusi terhadap ketahanan regional dengan menguatkan kinerja ekonomi individu mereka. "Ini adalah sebuah keharusan, untuk menyeimbangkan pasar ekspor global yang melambat," ujarnya.

Presiden SBY menekankan bahwa konsumsi dan investasi adalah strategi yang pas untuk mempertahankan pertumbuhan yang positif. "Ini hanya bisa dicapai bila tiap ekonomi mengembangkan regulasi domestik dan juga logistic, serta rantai persediaan," tandasnya.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)