photo SKMENPEN.gif

Minggu, 16 September 2012

Perdana Menteri Yoshihiko Noda Meminta Pemerintah Mengambil Sikap Tegas Untuk Melindungi Warga Jepang Di Cina.




Perdana Menteri Yoshihiko Noda telah mengarahkan pemerintah untuk melakukan yang terbaik untuk melindungi orang-orang Jepang di Cina tengah anti-Jepang protes mengintensifkan di negeri ini.

Para pejabat pemerintah Jepang mengatakan aksi yang menyebar lebih cepat daripada yang mereka harapkan.

Noda mengatakan program NHK pada hari Minggu bahwa demonstrasi bisa menimbulkan ancaman bagi keselamatan warga Jepang dan perusahaan di Cina. Dia mengatakan dia akan mengajukan protes dengan pemerintah China dan mendesak China untuk mengamankan keselamatan mereka.

Dia menambahkan bahwa ia telah mengajukan protes keras dengan pemerintah Cina mengenai pembakaran bendera Jepang.

Kemudian, Noda memanggil manajemen resmi krisis restoran, Toshiroh Yonemura, dan Wakil Menteri Luar Negeri Chikao Kawai.

Noda memerintahkan mereka untuk mengambil semua tindakan yang mungkin untuk mengumpulkan informasi tentang protes dan untuk melindungi Jepang di Cina.

Noda juga memerintahkan mereka untuk mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan hukum Jepang ketika kapal nelayan Cina memasuki perairan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku di prefektur Jepang paling selatan Okinawa.

Pemerintah China mengatakan pekan lalu bahwa kapal akan menuju perairan ini ketika larangan memancing musiman diangkat pada hari Minggu.

Kawai mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan bekerja sama dengan para pejabat dari kementerian yang bertanggung jawab atas situasi dan terus melakukan yang terbaik untuk menjamin keselamatan rakyat Jepang.

Ketakutan pemerintah Jepang bahwa protes lebih lanjut dapat meningkat pada hari Selasa. Hari ini menandai ulang tahun ke-81 dari Insiden Manchuria yang menyebabkan invasi Jepang ke Manchuria di timur laut Cina pada tahun 1931.

Kedutaan Jepang di Beijing dan konsulat di kota-kota besar yang mengirim e-mail ke penduduk Jepang dari Cina, memperingatkan mereka untuk latihan sangat hati-hati. Para pejabat juga menyebut manajemen tingkat pekerja di perusahaan-perusahaan Jepang untuk memeriksa apakah perusahaan aman.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)