photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 11 Agustus 2012

Presiden Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Pelayanan KUR






11 Agust-Jakarta: Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dimulai pada tahun 2007 memiliki kemajuan yang nyata. "Sebagai contoh, sejak disalurkan tahun 2007, sekarang ini telah mencapai Rp 82 triliun. Kemudian debitur yang kita aliri KUR ini, nasabah usaha mikro dan kecil itu jumlahnya mencapai 6,8 juta," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers usai rapat koordinasi bidang perbankan di lantai 21, Gedung BRI I, Jakarta, Jumat (10/8) sore.

"Dan satu yang menggembirakan, non-performing loans atau kredit macetnya kecil, kurang dari 4persen," Presiden menjelaskan. Hal tersebut menggembirakan karena dampaknya akan baik bagi pendapatan rumah tangga dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam rapat tersebut Presiden SBY juga membahas kemungkinan turunnya bunga KUR seiring dengan turunnya BI Rate yang saat ini ada pada angka 5,75 persen. "Lihatlah kembali, kalau memang masih bisa diturunkan, itu akan bagus sekali. Jadi bisa turun pada angka yang aman dan saya persilakan pada perbankan untuk duduk bersama dengan pemerintah memikirkan itu," SBY menambahkan.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dari pelayanan KUR itu sendiri. "Di satu sisi bunganya harus pas, bagus. Ini juga suara saya kalau bisa diturunkan pada tingkat yang tepat tapi aman. Yang kedua, tingkatkan lagi kualitas pelayanan agar cepat dan tingkat pelayanan yang terbaik, kalau perlu jemput bola," ujar SBY.

Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan mengusahakan agar KUR dapat mengalir lebih banyak lagi kepada sektor pertanian dan sektor hulu yang saat ini masih pada kisaran belasan persen. "Oleh karena itu, telah menjadi tekad dan saya sudah sampaikan instruksi tadi agar masuk ke hulunya, petani, nelayan, dengan demikian akan bagus dan lebih cepat lagi kita menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan," Presiden SBY menegaskan.

Mendampingi Presiden SBY saat menyampaikan keterangan pers, antara lain, Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Gubernur BI Darmin Nasution.(arc)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)