11 Agust-Jakarta: Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dimulai pada tahun 2007 memiliki kemajuan yang nyata. "Sebagai contoh, sejak disalurkan tahun 2007, sekarang ini telah mencapai Rp 82 triliun. Kemudian debitur yang kita aliri KUR ini, nasabah usaha mikro dan kecil itu jumlahnya mencapai 6,8 juta," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers usai rapat koordinasi bidang perbankan di lantai 21, Gedung BRI I, Jakarta, Jumat (10/8) sore.
"Dan satu yang menggembirakan, non-performing loans atau kredit macetnya kecil, kurang dari 4persen," Presiden menjelaskan. Hal tersebut menggembirakan karena dampaknya akan baik bagi pendapatan rumah tangga dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam rapat tersebut Presiden SBY juga membahas kemungkinan turunnya bunga KUR seiring dengan turunnya BI Rate yang saat ini ada pada angka 5,75 persen. "Lihatlah kembali, kalau memang masih bisa diturunkan, itu akan bagus sekali. Jadi bisa turun pada angka yang aman dan saya persilakan pada perbankan untuk duduk bersama dengan pemerintah memikirkan itu," SBY menambahkan.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dari pelayanan KUR itu sendiri. "Di satu sisi bunganya harus pas, bagus. Ini juga suara saya kalau bisa diturunkan pada tingkat yang tepat tapi aman. Yang kedua, tingkatkan lagi kualitas pelayanan agar cepat dan tingkat pelayanan yang terbaik, kalau perlu jemput bola," ujar SBY.
Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan mengusahakan agar KUR dapat mengalir lebih banyak lagi kepada sektor pertanian dan sektor hulu yang saat ini masih pada kisaran belasan persen. "Oleh karena itu, telah menjadi tekad dan saya sudah sampaikan instruksi tadi agar masuk ke hulunya, petani, nelayan, dengan demikian akan bagus dan lebih cepat lagi kita menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan," Presiden SBY menegaskan.
Mendampingi Presiden SBY saat menyampaikan keterangan pers, antara lain, Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Gubernur BI Darmin Nasution.(arc)



0 komentar:
Posting Komentar