Jakarta: Dalam acara buka puasa bersama di Mabes Polri kemarin malam, Presiden SBY bertemu Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Kepada keduanya, Presiden menyampaikan terima kasih jika keduanya bisa menyelesaikan silang pendapat dan menjalankan tugas pemberantasan korupsi dengan baik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini ketika membuka rapat koordinasi bidang polhukam di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/8) pukul 13.30 WIB.
"Saya sempat berbicara di dalam. Pembicaraan saya adalah saya berterima kasih kalau kedua lembaga ini bisa menyelesaikan dengan baik silang pendapat yang terjadi dan bisa mencapai kesepakatan," kata Presiden SBY.
Kesepakatan yang dimaksud Presiden adalah kedua lembaga penegak hukum tersebut menjalankan tugas sebaik-baiknya memberantas korupsi. "Dalam hal ini, saya katakan tadi malam kepada Ketua KPK maupun Kapolri, bapak berdua ini adalah andalan saya, jago-jago saya dalam perang melawan korupsi. KPK memiliki peran yang sangat penting dan kami dukung, sementara itu Kepolisian, Kejaksaan, dan penegak hukum lainnya saya berharap berkolaborasi dalam arti saling mendukung, saling bekerja sama agar pemberantasan korupsi itu makin berjalan dengan baik," Presiden SBY menjelaskan.
Presiden SBY merasa perlu meluruskan berita mengenai acara buka puasa bersama di Mabes Polri tersebut karena terjadi opini yang tidak benar. Ada kesan Presiden SBY seolah berpihak kepada salah satu instansi penegak hukum dengan hanya menghadiri buka puasa bersama dengan Kepolisian. Padahal kedua lembaga tersebut sedang bersengketa soal kewenangan menyelidiki kasus korupsi pengadaan alat simulator ujian untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
"(Acara) tadi malam bukan prakarsa SBY, bukan Presiden yang menggelar atau mengundang berbuka puasa bersama dengan jajaran Polri. Ini penting, marilah kita beribadah dengan baik, menyampaikan berita yang baik, sehingga tidak menimbulkan isu dan komentar yang tidak sepatutnya," kata Presiden SBY.
Subuh tadi, Presiden menerima pesan singkat atau sms yang meminta agar Presiden juga melaksanakan buka puasa bersama dengan pimpinan KPK supaya adil dan berimbang. "Janganlah terlalu cepat memberikan komentar yang miring dan bukan itu yang sebenarnya terjadi," ujar SBY.
Sejak menjadi Presiden, SBY setiap tahun diundang oleh Polri dan TNI untuk berbuka puasa. "Setiap tahun, bahkan setelah rapat koordinasi ini, nanti malam, saya juga langsung diundang uuntuk berbuka puasa dengan jajaran TNI. Sama halnya tiap tahun diundang oleh DPR dan DPD, sekali-kali oleh MPR. Saya juga mengundang pimpinan lembaga negara dan lembaga pemerintahan setahun sekali ke Istana negara," kata SBY.
Sebelumnya, di halaman Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap Menseneg Sudi Silalahi menjelaskan bahwa Presiden SBY tidak pernah tidak memutuskan suatu masalah. Tidak semua keputusan yang dibuat Presiden selalu disampaikan kepada pers. "Tidak ada satupun masalah yang tidak diputuskan," Mensesneg menegaskan.
Presiden SBY, lanjut Sudi Silalahi, selalu konsisten terhadap upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Selama Sudi Silalahi menjabat Menteri Sekretaris Kabinet, tercatat ada 168 surat izin pemeriksaan dugaan korupsi oleh pejabat publik yang ditandatangani Presiden SBY. Total izin pemeriksaan terhadap pejabat negara saat ini mencapai 1.640 kasus. (dit)


0 komentar:
Posting Komentar