Kejadian Pengadaan Simulator di Mabes Polri angaran tahun 2011 diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia,(KPK)dan saat ini masi dalam penyelidikan,dan tersangkanya pun masih dalam proses oleh pihak KPK dan Pihak Mabes Polri,dan berapa kerugian Negara oleh sebab kejadiab itu masih dicari bukti-buktinya,dan sementara ini ada dugaan yang menjadi tersangka adalah Oknum petinggi Polri. Berbagai media Lokal Indonesia dari Media Cetak dan media TV Menyiarkan bahwa kejadian dugaan Korupsi di Mabes Polri itu kemungkinan besar akan menyeret seorang Oknum Petinggi yang hampir bisa terserert dalam kejadian itu,namun demikian semua masih dalam penyelidikan dan para pengamat di Indonesia menyuarakan bahwa kejadian ini sangant menguncang citra Polri."Apa yang dikatakan para pengamat indonesia mengenai persoalan ini sesungguhnya cukup membuat semua orang prihatin,oleh sebab para tersangka yang bisa dibilang belum terbukti sudah hakimi oleh media,artinya sampai kepada tentang rumah pribadi dan sampai pulah miris menuduh seorang yang belum terbukti dipengadilan,melihat semua ini penulis menyayangkan bahwa media lokal Indonesia sangant berani dan terlepas dari aturan main.Terepas semua itu disini penulis hanya berharap semoga dunia Jurnalis lebih Proposional jangan dalu menghakimi bilah masalah itu belum diponis oleh hakim."Pertanyaanya mungkinkah saat ini budaya etika penulisan mulai mengendor?ataukah memang saat ini semua media sudah seperti ini? jika begini adanya mungkin akan memperkeruh suasana? maksudnya kebebasan yang terlepas dan tidak ada etika-etika hak orang lain,sepertinya opni lebih kuat dibandingkan dengan bukti kejadian,?" melihat hal seperti ini memang wajar tetapi alangkah lebih wajar jika penyajian itu sesuai dengan hasil dari penylidikan,atau ponis hakim? maaf mungkin halini tidakmenjurus kepadapersoalan tetapi minimal selintingan masukan yang bisa dijadikan pertimbangan buat semua wartawan atau redaksi penyaji berita.Kembali kepada persoalan dugaan Pengadaan Simulator angaran 2011.yang mungkin saat ini bisa dibilang akan menyeret Petinggi Polri,semua itu masi dalam pengusutan dan penulis sejauh ini belum mendapatkan Informasi resmi siapa saja yang akan menjadi tersangka.Meskipun demikian penulis dapat memperkirakan bahwa persoalan ini nantinya akan berjalan ditempat,oleh sebab kejadian ini terbilang sudah terlalu lama dan persoalan itu mungkin sudah tidak terlalu relevan seandainya KPK mau seharusnya mengungkap yang lebih besar adalah itu lebih baik,seumpamanya Buapati se Indonesia ,Gubernur,dan lainya.semua itu jika dselidiki mereka juga tidakmenutup kemungkinan sama artinya menadapat hadia suap dari para pemborong ! Pertanyaanya Mampukah KPK menangkap semua itu bilah tidakdi bantu POLRI dan Kejaksaan.? Pertanyaan ini mungkin sangant mengelitik buat KPK,tetapi penulis berkeyakinan bahwa KPK personilnya sangant terbatas dan jumlah pelaku korupsinya sangant besar dan tersebar diberbagai Propensi dan Kabupaten oleh karena itu KPK bilah ingin berhasil harus bisa bersenergi dengan POLRI dan Kejaksaan.Maaf Penulis disini terlalu banyak memberikan saran,Tetapi semua itu oleh sebab penulis sangant sayang terhadap Kinerja KPK dan kenerja kejaksaan serta POLRI. Undang -Undang Korupsi mengamanatkan KPK untuk dapat memberantas semua tindakan korupsi.di bantu dengan kejaksaan.sementara POLRI diamanatkan untuk dapat menidak para pelaku kriminal,jika ketiga kompenen ini bekerja senergi kejahatan di Indonesia akan bisa berkurang. Melihat keadaan saat ini yang mana KPK telah berhasil mendobrak POLRI,dan Polri mungkin saat ini oleh sebab kejadian Pengadaan Simulator menjadi sorotan masyarakat? dan bilah sudah seperti ini mungkinkah kedepanya akan ada senergi?ataukah akan menjadi preseden buruk? semua tinggal kita lihat kedepannya,yang jelas POLRI Punya kewenangan Mengambil orang yang berbuat Kriminal di Negara ini.Mau dia KPK,Mau dia Siapa saja yang berbuat Kriminal Polri dapat menangkap.Bukankah Polri adalah lembaga yang tercatat didalam POLISI International,yang sitim kerjanya di pandu oleh aturan International,oleh karena itu Polri harus tetap dijaga keutuhannya baik oleh masyarakat maupun oleh semua kompenen masyarakat. Seandainya POlri kita lumpuh dan tidak berdaya maka kejahatan akan meraja lela dimana-mana.Keberhasilan Polri didalam mengungkap berbagai kejadian kriminal tidak dapat dihitung dengan jari,semua itu yang dapat merasakannya adalah anda sendiri,oleh karena itu bilah Polri tidak disayang oleh masyarakatnya mau oleh siapa? Melihat Kejadian Pengadaan Simulator yang menmbuat lembaga polri akhirnya harus terseok-seok,menurut penulis tidak perlu,yang jelas POLRI harus tetap utuh dan tegar oleh sebab Dunia telah mengetagui bahwa anda bekerja sangant proposional,tinggal lebih hati-hati dan jangan sekali-kali gegabah.semoga.


0 komentar:
Posting Komentar