Pagi itu terlihat "pangil saja Oman,"nampak sibuk sedang bergegas menyiapkan makanan Kuda,rumput dicampur dengan Ongok,dan setelah diberi makan pakain untuk digunakan menahan panas bagi badan Kuda,setelah sang Kuda diberipakaian sepatu juga dipasang di persatukan dengan kereta yang terbuat dari kayu,dan setelah itu oman siap berangkat untuk mencari muatan- menuju dimana dia biasa mengetem,didekat terminal lintasan singaparna yang berdempetan dengan Pasar. "Inilah keseharian Oman sang Kusir Kuda," Disana dia bergabung dengan teman-teman sesama kusir kuda yang sedang mengetem disana, di tempat ngtemnya didaerah singaparana,Kabupaten Tasikmalaya Propensi Jawa Barat,sesana kusir Kuda terjadi perbincangan sebut saja omen dan usin,juga ujang,mereka bertiga sedang membicarakan keadaan nasip mereka yang mulai terusik,yang mana katanya mereka telah membuat macet jalan umum,padahal mereka ada sebelum kendaraan umum beroprasi didaerah itu,menurut sejarah di tahun 1827 kendaraan delman itu sudah ada,dan saat itu kendaraan roda dua maupun roda empat belum ada,kami buyut aki dan bapa kami sudah mengetem ditempat ini! tetapi kini kami mulai diusik setelah kehadiran kendaraan roda empat masuk kedaerah ini.cetusnya. Uwa nasip-nasip. Ironisnya kami saat ini harus pula,bergeser ketempat lain dan tidak bisa mengetem dimana biasanya,akhirnya pendapatan secara otomatis menurun.Cetus usin. Mendengar kelu kesah para Kusir delaman u ini "adakah yang tersentuh?" dengan penuh kesedihan mereka berduyun-duyun mendatangi Pendopo tasikmalaya sekaligus menanyakan kepada Bupati Tasikmalaya, oleh sebab mereka saat ini harus berhenti beroprasi selama satu minggu dan katanya jalur mereka akan diubah juga tempat mengetem mereka katanya tidak lagi disitu melainkan ditempat yang lain.Kehadiran para kusir delaman di Pendopo diterima oleh Bupati Tasikmalaya UU,diampingi kepala dinas Perhubungan H.Yosep.dalam pertemuan itu bupati mengatakan akan meberikan ganti rugi per kusir sedikitnya 300 ribu rupiah oleh sebab dihentikannya mereka sementara selama satu minggu tersenut,dan Bupati pun berjanji akan memberikan jalur yang lebih baik buat pengusaha delaman atau pun para kusir delman,didalam pertemua itu para kusir delman tidak dapat berbuat banyak mereka hanya bisa menerima nasip-disadari mereka hanyalah sebagai kusir delaman.Mendengar semua itu adakah yang tersentuh kehidupan nasip Para kusir delman? Semoga.


0 komentar:
Posting Komentar