photo SKMENPEN.gif

Senin, 30 Juli 2012

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas berulang kali menyatakan keprihatinannya pada meningkatnya kasus korupsi di Indonesia. Bukan hanya dari kuantitasnya yang cenderung meningkat, kualitasnya pun semakin meninggi.




Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas berulang kali menyatakan keprihatinannya pada meningkatnya kasus korupsi di Indonesia. Bukan hanya dari kuantitasnya yang cenderung meningkat, kualitasnya pun semakin meninggi.

Busyro yang juga ketua bidang pencegahan KPK ini mengatakan, pelaku tindak korupsi lebih menyakitkan jika dilihat dari jenjang usia dan pendidikan. Tak sedikit pelaku tindak korupsi itu adalah kalangan muda dan berpendidikan baik. "Kenyataan ini harus jadi keprihatinan semua pihak. Kita berharap generasi mendatang sebagai penerus bangsa, bukan pelaku korupsi," ujar Busyro Muqoddas di gedung KPK, Jakarta, kemarin.


Menurutnya, tindak korupsi yang terjadi sudah seperti wabah semakin sistemik dan brutal. Korupsi menggurita hingga ke generasi muda. Pergerakannya juga semakin cepat dan sulit terpantau sehingga butuh pengawasan yang cermat dan ketat "Korupsi itu persoalan bangsa yang serius. Tidakpantas dianggap enteng. Harus sungguh-sungguh menanganinya," papar mantan ketua KPK ini.

Menariknya lagi, tambah dia, berbagai penindakanyang dilakukan penegak hukum tidak membuat jera para pelaku korupsi. Belum tuntas pengusutan terhadap suatu kasus korupsi, muncul kasus lain. Beberapa kasus korupsi yang menyita perhatian publik antara lain kasus suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI), mafia pajak di Kementerian Keuangan, kasus pembangunan WismaAtlet SEA Games 2011, dan hingga kasus korupsi pengadaan Alquran.

Busyro mengatakan, KPK mendukung adanya gagasan program zona integritas wilayah bebas korupsi di instansi pemerintah yang dicanangkan Kemenpandan RB. Zona ini sejalan dengan salah satu program KPK, yakni bidang pencegahan. "Zona integritas hanya bagian kecil. Perlu upaya yang lebih luas, yakni reformasi birokrasi sebagai terobosannya. Menata kembali tatanan birokrasi menjadi lebih sehat dan professional," imbuhnya.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)