Seorang pejabat senior AS mengatakan penerbangan pertahanan operasi pesawat angkut AS Osprey MV-22 tidak akan mulai di Jepang sampai keselamatan mereka terjamin.
Deputi Menteri Pertahanan AS Ashton Carter berbicara kepada wartawan di Tokyo, Sabtu, 2 hari sebelum Ospreys dijadwalkan tiba di sebuah pangkalan AS di Iwakuni, Yamaguchi Prefecture.
Dia mengatakan Amerika Serikat ingin Osprey penerbangan operasi yang akan sepenuhnya dilaksanakan di Korps Marinir AS Futenma Air Station pada bulan Oktober seperti yang direncanakan.
Dia menambahkan bahwa penyebaran pesawat tiltrotor penting bagi aliansi keamanan AS-Jepang, tapi ia mengatakan ia sepenuhnya mengerti dan berbagi keprihatinan dipegang oleh orang Jepang atas keselamatan pesawat.
Carter mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan ahli Jepang dengan semua data dan informasi tentang seluruh sejarah pesawat terbang, termasuk 2 insiden terakhir. Dia merujuk pada kecelakaan di Maroko pada bulan April dan satu lagi di Florida pada bulan Juni.
Carter mengatakan Jepang dan Amerika Serikat telah sepakat bahwa operasi penerbangan tidak akan dimulai sampai dengan keselamatan pesawat tersebut telah dikonfirmasikan, dan menekankan bahwa tidak ada perubahan dalam rencana untuk mengatasi masalah keamanan.
Senior Wakil Menteri Pertahanan Shu Watanabe bertemu Wakil Menteri Pertahanan Carter di Tokyo pada hari Jumat dan menyampaikan keprihatinan yang dimiliki oleh penduduk setempat atas keselamatan Ospreys.
Deputi Menteri Pertahanan AS Ashton Carter berbicara kepada wartawan di Tokyo, Sabtu, 2 hari sebelum Ospreys dijadwalkan tiba di sebuah pangkalan AS di Iwakuni, Yamaguchi Prefecture.
Dia mengatakan Amerika Serikat ingin Osprey penerbangan operasi yang akan sepenuhnya dilaksanakan di Korps Marinir AS Futenma Air Station pada bulan Oktober seperti yang direncanakan.
Dia menambahkan bahwa penyebaran pesawat tiltrotor penting bagi aliansi keamanan AS-Jepang, tapi ia mengatakan ia sepenuhnya mengerti dan berbagi keprihatinan dipegang oleh orang Jepang atas keselamatan pesawat.
Carter mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan ahli Jepang dengan semua data dan informasi tentang seluruh sejarah pesawat terbang, termasuk 2 insiden terakhir. Dia merujuk pada kecelakaan di Maroko pada bulan April dan satu lagi di Florida pada bulan Juni.
Carter mengatakan Jepang dan Amerika Serikat telah sepakat bahwa operasi penerbangan tidak akan dimulai sampai dengan keselamatan pesawat tersebut telah dikonfirmasikan, dan menekankan bahwa tidak ada perubahan dalam rencana untuk mengatasi masalah keamanan.
Senior Wakil Menteri Pertahanan Shu Watanabe bertemu Wakil Menteri Pertahanan Carter di Tokyo pada hari Jumat dan menyampaikan keprihatinan yang dimiliki oleh penduduk setempat atas keselamatan Ospreys.



0 komentar:
Posting Komentar