Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono serta Ibu Herawati, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama para pimpinan lembaga negara, duta besar negara-negara Islam, Menteri KIB II, dan pejabat negara di Istana Negara, Selasa (24/7) pukul 17.00 WIB.
Acara dibuka dengan pembacaan surat Al Baqarah ayat 183 - 185, dilanjutkan sambutan Presiden SBY selaku tuan rumah. "Semoga silaturahim ini lebih meningkatkan kebersamaan kita untuk terus memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsa," kata Presiden SBY.
Tahun ini, ujar Presiden, bulan suci Ramadhan kembali jatuh pada Agustus. "Bulan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi dalam perjalanan kehidupan bangsa. Sepatutnya pula jika kita melakukan refleksi kemerdekaan menyangkut perjalanan bangsa dan negara yang kita cintai," SBY menambahkan.
Di akhir sambutannya, Presiden mengajak para undangan untuk secara bersama bersyukur atas semua pencapaian. Terus bersatu, berikhtiar, dan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang belum kita capai.
"Bangsa kita sedang melaksanakan sebuah transformasi, perubahan besar, dan fundamental. Insya Allah, Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan pertolongan kepada bangsa Indonesia yang memiliki cita-cita luhur dan mulia ini," kata Presiden SBY.
Setelah buka puasa bersama, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah dengan tema 'Sabar, Syukur, dan Ikhtiar'. Acara ini diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah. Bertindak sebagai imam salat adalah Tajuddin Hasan.
Hadir, antara lain, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Mahfud MD, Ketua BPK Hadi Purnomo, menteri-menteri KIB II, Ketua Watimpres Emil Salim, duta besar negara-negara sahabat, dan Ketua PBNU Said Aqil Siraj. (dit)
Acara dibuka dengan pembacaan surat Al Baqarah ayat 183 - 185, dilanjutkan sambutan Presiden SBY selaku tuan rumah. "Semoga silaturahim ini lebih meningkatkan kebersamaan kita untuk terus memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsa," kata Presiden SBY.
Tahun ini, ujar Presiden, bulan suci Ramadhan kembali jatuh pada Agustus. "Bulan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi dalam perjalanan kehidupan bangsa. Sepatutnya pula jika kita melakukan refleksi kemerdekaan menyangkut perjalanan bangsa dan negara yang kita cintai," SBY menambahkan.
Di akhir sambutannya, Presiden mengajak para undangan untuk secara bersama bersyukur atas semua pencapaian. Terus bersatu, berikhtiar, dan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang belum kita capai.
"Bangsa kita sedang melaksanakan sebuah transformasi, perubahan besar, dan fundamental. Insya Allah, Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan pertolongan kepada bangsa Indonesia yang memiliki cita-cita luhur dan mulia ini," kata Presiden SBY.
Setelah buka puasa bersama, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah dengan tema 'Sabar, Syukur, dan Ikhtiar'. Acara ini diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah. Bertindak sebagai imam salat adalah Tajuddin Hasan.
Hadir, antara lain, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Mahfud MD, Ketua BPK Hadi Purnomo, menteri-menteri KIB II, Ketua Watimpres Emil Salim, duta besar negara-negara sahabat, dan Ketua PBNU Said Aqil Siraj. (dit)



0 komentar:
Posting Komentar