photo SKMENPEN.gif

Selasa, 24 Juli 2012

Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon hari ini menyuarakan keprihatinan tentang kemungkinan penggunaan senjata

Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon hari ini menyuarakan keprihatinan tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah dan menekankan perlunya masyarakat internasional untuk tetap menutup mata pada situasi.
"Ini akan menjadi tercela jika ada di Suriah sedang memikirkan penggunaan senjata semacam pemusnah massal, seperti senjata kimia," kata Ban kepada wartawan di Belgrade, Serbia, di mana dia melakukan kunjungan resmi.
"Saya sangat berharap bahwa masyarakat internasional terus mengawasi ini sehingga [...] tidak ada hal seperti itu terjadi," katanya, sementara juga menambahkan bahwa ia tidak dapat memverifikasi bahwa negara Timur Tengah memiliki "cukup" kimia senjata.
Dia juga mencatat, dengan kekhawatiran, bahwa Suriah bukan pihak Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). OPCW adalah tubuh mengimplementasikan Konvensi Senjata Kimia, yang bertujuan untuk bertujuan untuk menghilangkan seluruh kategori senjata pemusnah massal dengan melarang pengembangan, produksi, akuisisi, penyimpanan, retensi, transfer atau penggunaan senjata kimia oleh Negara Pihak.
Pemerintah Suriah dilaporkan mengatakan hari ini bahwa ia akan menggunakan kimia dan senjata biologi terhadap serangan asing, sambil menambahkan bahwa tidak akan menggunakannya terhadap warga negaranya sendiri.
Lebih dari 10.000 orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas dan puluhan ribu mengungsi sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dimulai sekitar 16 bulan yang lalu.
Ban mengatakan PBB erat koordinasi dan konsultasi dengan semua pihak yang bersangkutan, dan bahwa ia akan membahas isu senjata dengan counter part-nya di Liga Arab, Nabil Elaraby.
Sementara itu, PBB Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Penjaga Perdamaian, Hervé Ladsous, dan Penasihat Militer PBB, Jenderal Babacar Gaye, meninggalkan hari ini untuk Suriah, di mana mereka akan menilai situasi di lapangan.
Jenderal Gaye akan mengambil bagian dalam Misi Pengawasan PBB di Suriah (UNSMIS) untuk bulan depan, menyusul kepergian Mood Robert Umum, Observer Kepala dan Kepala Misi.
UNSMIS telah ditugaskan oleh Dewan Keamanan dengan memantau penghentian kekerasan di Suriah, serta memantau dan mendukung implementasi penuh rencana perdamaian enam poin yang dikemukakan oleh Utusan Khusus Bersama untuk PBB dan Liga Arab untuk Suriah Krisis, Kofi Annan.
Rencana tersebut menyerukan diakhirinya kekerasan, akses bagi badan-badan kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, pelepasan tahanan, awal dialog politik inklusif, dan akses tidak terbatas ke negara itu untuk media internasional.
"Saya mendesak lagi, semua pihak - semua Pasukan pemerintah Suriah dan pasukan oposisi - mereka harus berhenti berjuang. Mereka harus berhenti menggunakan cara-cara kekerasan dalam menangani situasi, "kata Ban, menekankan kebutuhan untuk mengerahkan segala upaya yang mungkin untuk membantu rakyat Suriah mengatasi krisis.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)