Darwin, Australia: Bahasa Indonesia akan menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Teritori Utara Australia. Chief Minister Teritori Utara Paul Henderson menyampaikan keinginan tersebut dalam pertemuannya dengan Presiden SBY kemarin.
"Paul Henderson mengatakan ingin mewajibkan pelajaran Bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers di Hotel Crowne Plaza, Darwin, Rabu (4/7) pagi.
Bagi Indonesia, lanjut Presiden, ini merupakan bagian dari sukses diplomasi kita dalam hubungan antarbangsa. "Nasionalisme yang positif, tentu bagi Indonesia. Diplomasi dengan menggunakan bahasa Indonesia merupakan bagian dari tujuan dan sasaran kita," SBY menambahkan.
Selain soal bahasa, kerja sama dengan Teritori Utara Australia juga bakal dipererat dengan pengembangan konektivitas dengan kawasan timur Indonesia. "Hal ini untuk mendekatkan budaya antara wilayah tersebut, yang kebetulan secara geografis dekat dengan kawasan timur Indonesia," Kepala Negara menjelaskan.
Kerja sama pengembangan konektivitas ini dalam bingkai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor 5 dan 6. Kerja sama juga meliputi perternakan sapi, kepariwisataan, dan transportasi udara. "Secara geoekonomi, kita mengutamakan wilayah timur Indonesia untuk kerja sama itu," kata SBY.
Secara umum, ada potensi besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia. Menurut Dana Moneter Internasional atau IMF, GDP nominal Indonesia berada di peringkat 16 dengan besaran 845,680 miliar dolar AS, sedangkan Australia 3 peringkat di atas Indonesia dengan nilai 1,48 triliun dolar AS. Sementara untuk GDP Purchasing Power Purity, dimana GDP dikaitkan dengan biaya hidup, Indonesia berada di urutan 15 dengan angka 1,1 triliun dolar AS dan Australia peringkat 18 dengan nominal 914 juta dolar AS.
"Ada potensi besar diantara kedua negara untuk meningkatkan ekonominya," Presiden menjelaskan.
Volume perdagangan baru sekitar 10-11 milliar dolar AS seharusnya masih bisa ditingkatkan lagi melalui kemitraan ekonomi komprehensif. "Masih ada kesempatan untuk dimanfaatkan secara cerdas agar perekonomian meningkat," ujar SBY. "Bisa meningkatkan GDP kita dan lebih-lebih bisa lebih mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia." (dit)



0 komentar:
Posting Komentar