Darwin, Australia: Presiden mengundang pelaku bisnis Australia yang terhimpun dalam Australia-Indonesia Business Council (AIBC) untuk turut serta dalam mega proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), terutama dalam penguatan ketahanan ekonomi.
“Masterplan ini melihat Indonesia dari enam koridor hingga 2025. Ini menyediakan kesempatan yang luar biasa bagi perdagangan dan investasi,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara santap siang bisnis bersama pelaku bisnis Australia dan Australia-Indonesia Business Council (AIBC), Gedung Parlemen Teritori Utara Australia, Darwin, Selasa (3/7) pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 10.30 WIB.
Presiden juga mengajak pebisnis Australia untuk lebih berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi. “Sebuah ketahanan ekonomi sebagai hasil dari kebijakan ekonomi dan tindakan disiplin akan membantu memperkuat landasan bagi kerja sama bilateral ekonomi kita. Pada gilirannya, keterlibatan ekonomi yang kuat dan berkembang antara Australia dan Indonesia akan membantu meredam guncangan ekonomi global,” ujar Presiden.
“Saya mendorong Anda untuk memanfaatkan geografi Indonesia, demografi, stabilitas, demokrasi, kekuatan ekonomi, dan tenaga kerja yang kompetitif,” ujar SBY menambahkan.
Indonesia dan Australia adalah dua negara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global. Jika digabungkan, GDP keduanya mencapai lebih dari 2 triliun dolar AS. “Di tengah kondisi perekonomian dunia saat ini, saya optimis bahwa kita akan melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan. Dan saya yakin kita dapat meningkatkan ekonomi bilateral dan kerja sama bisnis,” ujar Presiden SBY.
Lima tahun terakhir, komunitas bisnis Australia di Indonesia terus meningkat, khususnya pada sektor perdagangan dan investasi. Volume perdagangan pada tahun 2011 meningkat 11,3 persen atau mencapai 10.76 miliar dolar AS. “Di tahun 2011, Australia menjadi negara peringkat 14 sebagai investor terbesar di Indonesia. Saya berharap, Australia dapat memasuki 10 besar, seperti dua tetangga kita lainnya yaitu Malaysia dan Singapura,” kata Presiden.
Di awal, SBY mengatakan bahwa keindahan alam dan fauna Australia, terutama di kawasan utara, sangat tergambarkan dalam film Crocodile Dundee. Orang Indonesia sendiri sangat mengenal kawasan ini karena dekat dengan bagian timur Indonesia. Hal ini membuka pemahaman budaya bersama.
Sejak ribuan tahun lalu, pelayar asal Makassar sudah mengunjungi Australia utara. Sekarang ini banyak wisatan asal kawasan ini mengunjungi Bali dan Lombok, belum lagi ada lomba layar Darwin-Ambon. “Komunitas Indonesia di kawasan ini juga terus bertambah jumlahnya," Presiden menjelaskan.
Selain para menteri dan gubernur yang tergabung dalam delgasi, turut hadir dalam kesempatan ini Presiden AIBC Ian Satchwell dan Ketua Umum Kadin Pusat Suryo Bambang Sulistyo.



0 komentar:
Posting Komentar