Depok, Jawa Barat: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara pada peringatan ke-66 Hari Bhayangkara di Lapangan Markas Komando Korps Brigade Mobil (Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/7) pagi. Peringatan tahun ini bertemakan 'Pelayanan Prima, Anti KKN, Anti Kekerasan, Memantapkan Kamdagri, dan Supremasi Hukum Guna Mendukung Pembangunan'.
Presiden SBY hadir didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati. Hadir pula sejumlah menteri KIB II. Bertindak sebagai komandan upacara yang dimulai pukul 08.O0 WIB ini Komisarais Besar Polri Waris Agono, Kasat Brimob Polda Jabar.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengingatkan bahwa HUT ke-66 Bhayangkara tahun ini mengangkat tema besar dengan lima kata kunci utama, yaitu pelayanan prima, anti KKN, antikekerasan, memantapkan keamanan dalam negeri, dan menegakkan supremasi hukum. “Kelima kata kunci itu merupakan tolok ukur sekaligus kunci sukses institusi Polri sebagai Bhayangkara negara,” kata Presiden.
"Saya berharap melalui kelima kata kunci yang menjadi tema besar Hari Bhayangkara tahun ini segenap anggota Polri dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, sekaligus dapat lebih menjamin keamanan dan ketertiban di kalangan masyarakat di seluruh tanah air,” Presiden SBY menambahkan
Polri, lanjut SBY, dituntut lebih peka terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat. Polri juga harus peka terhadap lingkungan strategis nasional, regional, dan global yang terus berubah. Dalam lingkungan yang cepat berubah itu, tingkat kejahatan juga semakin beragam dan meningkat. Tidak sebatas kejahatan konvensional semata, tetapi juga berkembang pada kejahatan perbankan, ransnasional, penyalahgunaan narkotika, terorisme, hingga kejahatan di dunia maya.
“Semuanya itu menuntut Polri untuk terus meningkatkan kapasitas personal dan institusionalnya. Peningkatan ini sangat penting, tidak hanya untuk memantapkan kondisi keamanan dalam negeri, tetapi juga memastikan tegaknya supremasi hukum di wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Presiden menegaskan.
Pada kesempatan ini, Presiden SBY juga menganugerahkan tanda-tanda kehormatan RI kepada beberapa anggota Polri. Para penerima tanda kehormatan ini adalah mereka yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam manjalankan tugas-tugasnya sebagai polisi.
Upacara dimeriahkan atraksi terjun payung dari berbagai angkatan, baik dari Polri sendiri maupun dari saruan Marinir TNI-AL, Paskhas TNI-AU, maupun Kopassus dan Kostrad TNI-AD. Tampil pula atraksi keterampilan mengemudi motor besar oleh satuan Polwan


0 komentar:
Posting Komentar