photo SKMENPEN.gif

Rabu, 25 Juli 2012

Presiden Sampaikan Lima Area Rawan Korupsi yang Jadi Prioritas Pencegahan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengidentifikasi 10 area yang rawan korupsi dalam kehidupan pemerintahan dan menggarisbawahi 5 area diantaranya sebagai prioritas. Kelima area prioritas yang rawan penyimpangan tersebut adalah APBN dan APBD, pajak, kepabean dan beacukai, serta pertambangan.


"Dari sepuluh area, 5 itulah yang kita garisbawahi untuk kita jadikan prioritas," kata Presiden SBY dalam keterangan pers seusai rapat koordinasi di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (25/7) siang. Sebelum memberi keterangan pers, Presiden SBY mengimami salat Dzuhur dengan jamaah para peserta rapat.

Rakor ini membahas, mencari solusi, dan menindaklanjuti hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan tugas Kejagung, Polri, dan Badan Pertahanan Nasional (BPN). Ketika memberi keterangan pers, Presiden SBY didampingi Wapres Boediono, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Pencegahan dan penanganan kasus penyimpangan dana APBN dan APBD ini harus sangat serius. "Dalam dua tahun terakhir ini masih terjadi kasus-kasus korupsi yang melibatkan unsur DPR ataupun DPRD dengan unsur pemerintah pusat maupun daerah," kata Presiden SBY.

Pencegahan diutamakan, namun Presiden mengingatkan kembali, bila sudah terjadi maka penindakan harus dilakukan dengan tegas tanpa pandang bulu.

"Yang kedua yang juga rawan penyimpangan adalah pengadaan barang dan jasa," Presiden SBY menambahkan. Modus yang sering digunakan, lanjut SBY, adalah penggelembungan atau mark up. Harga Rp 1 miliar, tapi negara disuruh membeli Rp 2 miliar, misalnya.

Perpajakan merupakan area ketiga yang rawan penyimpangan. Padahal pajak merupakan salah satu sumber pendapatan dan pertumbuhan negara. Presiden meminta jajaran penegak hukum untuk menyoroti kewajiban membayar pajak dan apa yang dikelola oleh para petugas pajak.

"Keempat adalah kepabeanan dan bea cukai. Besok kebetulan saya akan hadir di jajaran Kementerian Keuangan untuk mendengarkan laporan menyangkut perpajakan bea dan cukai. Ini juga rawan," Presiden SBY menuturkan.

Dalam setiap kunjungan ke luar negeri, Presiden sering memperbandingkan catatan perdagangan antara yang kita miliki dengan dengan tujuan. Terkadang ada selisih. Indonesia yang seharusnya surplus, tapi ternyata defisit. "Ini bisa terjadi bila ada barang yang diekspor ke luar Indonesia tidak melalui pintu yang benar atau ada penyimpangan," SBY menjelaskan.

Sedangkan area kelima adalah pertambangan minyak dan gas yang merupakan bidang penting bagi Indonesia.

Dalam keterangan pers ini, Presiden SBY juga mengatakan akan menambah jumlah polisi di seluruh Indonesia sebanyak 20 ribu hingga 25 ribu personel. "Tahun ini sebanyak 10 ribu," ujar SBY. (arc)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)