photo SKMENPEN.gif

Jumat, 20 Juli 2012

PBB Harus Segera Bertindak Atasi Suriah, Namun Bukan Untuk Mengganti Pemerintahan


Presiden SBY menyampaikan sikap resmi Indonesia dalam persoalan Suriah, di Istana Negara, Kamis (19/7) malam. (foto: abror/presidensby.info) Jakarta: Situasi di Suriah sudah berada pada titik yang sangat genting dan langkah-langkah nyata harus segera diambil baik oleh Suriah sendiri maupun komunitas internasional. Dewan Keamanan PBB harus segera bertindak, namun tidak harus dikaitkan dengan usaha mengubah pemerintahan yang ada.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Istana Negara, Kamis (19/7) pukul 20.00 WIB. Keterangan pers diberikan sebagai pernyataan resmi pemerintah Indonesia mengenai situasi di Suriah.

Presiden SBY, atas nama pemerintah Indonesia, mengajukan beberapa usulan untuk mengatasi situasi Suriah yang sudah di ambang perang saudara tersebut. "Pertama, dengan sangat segera, saat ini juga, dilakukan penghentian tindakan kekerasan, bahkan pertempuran," kata Presiden.

Kedua, bila dengan mandat saat ini tidak cukup untuk menghentikan semua bentuk kekerasan dan pertempuran, Indonesia berkeyakinan sudah saatnya untuk mempertimbangkan penyesuaian mandat berdasarkan pasal 7 Piagam PBB. "Perubahan ini pada intinya mentransformasi misi utama PBB dari semata memelihara perdamaian menjadi misi untuk menciptakan perdamaian," Presiden menambahkan.

Ketiga, upaya menciptakan perdamaian tidak untuk mengubah pemerintahan yang ada. "Tidak perlu dikaitkan dan tidak harus senantiasa dikaitkan dengan tuntutan perubahan kekuasaan politik, ataupun keberlanjutan pemerintahan, yang saat ini sedang berkuasa di Suriah," SBY menegaskan.

"Menurut hemat saya, proses politik yang mencerminkan dan menghormati keinginan dan kehendak rakyat Suriah, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, dapat digulirkan segera setelah upaya menciptakan perdamaian telah berhasil dilakukan," Presiden SBY menjelaskan.

Proses politik untuk menentukan masa depan Suriah, lanjut SBY, akan bisa diciptakan setelah tidak adanya tindak kekerasan yang menimbulkan korban jiwa.

"Selanjutnya untuk suksesnya misi penciptaan perdamaian, Indonesia berpandangan sangatlah mungkin untuk kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB membentuk peace making forces," kata Presiden.

Presiden berpendapat bahwa membangun perdamaian secara terpadu di Suriah harus berpedoman pada prinsip-prinsip yang diterapkan dalam operasi perdamaian PBB.

Kepala Negara menekankan kembali pentingnya mengambil langkah untuk mencegah situasi di Suriah berubah menjadi tragedi kemanusian yang dahsyat. "Saya berkeyakinan tanggung jawab untuk menghentikan situasi ini tidaklah semata-mata di tangan masyarakat Suriah dan pemerintahannya, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat internasional," SBY menandaskan. (arc)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)