“Pemerintah Indonesia menilai ada korelasi yang kuat antara program pengentasan kemiskinan dengan program kredit usaha rakyat atau sistem financial inclusion,” kata Presiden SBY dalam pidatonya, sebelum penandatanganban deklarasi tersebut.
Dalam konteks yang sudah dijalankan pemerintah Indonesia, financial inclusion ini, antara lain, berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah menyediakan Rp 30 miliar setiap tahun, dan pada 2013 akan kita tingkatkan hingga 13 miliar dolar AS," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, seusai mendampingi Presiden SBY dalam acara tersebut.

Sistem keuangan inklusif bukan semata menyediakan dana, melainkan juga mengembangkan akses perbankan bagi kelompok masyarakat miskin dan usaha rakyat. Menurut Hatta, sistem yang diterapkan Indonesia jauh lebih maju. “Bahkan skema-skema kredit UMKM yang dilakukan BRI diakui jauh lebih baik dari yang pernah ada, ditambah sekarang dengan KUR,” Hatta menjelaskan.
Financial Inclusion merupakan inisiatif tuan rumah Meksiko, penyelenggara KTT G20 kali ini. Presiden Calderon khusus mengundang Presiden SBY menyampaikan pandangan dan pengalaman Indonesia dalam penyaluran kredit bagi rakyat miskin.
Seusai menyampaikan pandangannya dalam Los Cabos Financial Inclusion, Presiden SBY kemudian melakukan pertemuan dengan Putri Maxima, di ruang terpisah. Utusan Khusus Sekjen PBB untuk urusan Financial Inclusion ini memberikan dukungannya terhadap komitmen Indonesia dalam pengembangan akses keuangan bagi masyarakat miskin. Ini pertemuan kedua SBY dengan Putri Maxima, setelah yang pertama dilakukan di Jakarta, April lalu.
Dalam pertemuan dengan Putri Maxima ini, Presiden didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkeu Agus Martowardojo, Menlu Marty Natalegawa, dan Mendag Gita Wirjawan


0 komentar:
Posting Komentar